- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
10 Provinsi Kolaborasi Garap Energi Bersih, Zero Sampah, dan Giant Sea Wall

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama FKD-MPU menyepakati tiga klaster kerja sama baru, yakni ketahanan energi, pengelolaan sampah, dan pembangunan giant sea wall lintas provinsi dalam rapat kerja 10 pemerintah provinsi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).
Semarang, infojateng.id - Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama
(FKD-MPU) memperluas agenda kolaborasi antardaerah dengan menyepakati tiga
klaster kerja sama baru, yakni ketahanan energi, pengelolaan sampah, dan pembangunan
giant sea wall lintas provinsi.
Gubernur Jawa Tengah,
Ahmad Luthfi bersama FKD-MPU menyepakati tiga klaster kerja sama baru, yakni
ketahanan energi, pengelolaan sampah, dan pembangunan giant sea wall lintas
provinsi dalam rapat kerja 10 pemerintah provinsi di Kota Semarang, Jawa
Tengah, Selasa (12/5/2026).
Tiga klaster baru
tersebut melengkapi enam sektor kerja sama yang telah disepakati sebelumnya pada
2025, yakni ketahanan pangan, pariwisata, kebencanaan, ketertiban umum,
kesejahteraan sosial, dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
Baca Lainnya :
- Polres Jepara Tahan Pengasuh Ponpes Terkait Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati0
- Bulog Pati Mulai Salurkan SPHP Jagung, Peternak Ayam Petelur Dapat Harga Pakan Lebih Murah0
- Sekda Jateng Minta Satpol PP Kedepankan Pendekatan Humanis dan Persuasif0
- “Rojo Tikus” Guncang Demak, Sujiwo Tejo dan Teater Lingkar Suguhkan Pakeliran Satir yang Menampar Ke0
- Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Ditahan Usai Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati0
Kesepuluh provinsi yang
melakukan penandatangan kesepahaman bersama yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Lampung, Bali, Nusa Tenggara
Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Gubernur Jawa Tengah,
Ahmad Luthfi, menegaskan hasil rapat kerja tahun ini harus segera
ditindaklanjuti oleh seluruh daerah melalui evaluasi dan penyusunan langkah
konkret di masing-masing wilayah.
“Saya berharap
sekembalinya teman-teman ke wilayah masing-masing segera melakukan evaluasi,
paparan, dan membahas implikasi hasil rapat kerja ini. Output-nya adalah kita
bisa melakukan eksplorasi wilayah dan kolaborasi antardaerah,” kata Ahmad
Luthfi saat memimpin rapat kerja FKD-MPU di Semarang.
Menurutnya, tantangan
ketahanan pangan, energi, hingga pengelolaan sampah tidak bisa lagi
diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas kabupaten/kota bahkan
antardaerah untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan pelayanan publik.
Ia mencontohkan
distribusi komoditas pangan Jawa Tengah seperti cabai dan bawang merah yang
selama ini telah menyuplai banyak daerah, namun di sisi lain harga di wilayah
produsen justru sempat mengalami lonjakan.
Selain pangan, isu
energi juga menjadi perhatian serius menyusul dampak geopolitik global terhadap
kenaikan harga minyak dunia. Karena itu, pemerintah daerah didorong memperkuat
pengembangan energi baru terbarukan sebagai langkah menjaga ketahanan energi
nasional.
“Persoalan sampah ini
menjadi prioritas Presiden melalui target zero sampah 2029. Kita harus berupaya
bisa zero sampah tahun 2028 dengan mereplikasi praktik-praktik baik yang sudah
ada di beberapa daerah,” ujar Luthfi.
Wakil Menteri Dalam
Negeri, Bima Arya Sugiarto, dalam arahannya menyebut 10 provinsi anggota
FKD-MPU memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, mencapai
sekitar 62 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Karena itu, ia meminta
seluruh daerah memastikan enam rencana aksi yang telah disepakati pada 2025
benar-benar berjalan efektif. Ia juga mengapresiasi munculnya agenda baru
terkait energi dan pengolahan sampah.
“Energi ini menjadi PR
bersama. Presiden telah memberikan arahan agar harga BBM subsidi tetap stabil
sampai akhir tahun ini. Juga percepatan transformasi kendaraan elektrik, kalau
bisa semua gubernur mulai memakai kendaraan listrik,” ujarnya.
Terkait ketahanan
pangan, Bima Arya menekankan pentingnya pembangunan konektivitas distribusi
agar pasokan bahan pokok tetap aman dan harga terkendali. Menurutnya, kepala
daerah perlu turun langsung mengatasi persoalan infrastruktur distribusi pangan.
Sementara itu, Direktur
Eksekutif Sekretariat Bersama MPU, Suhajar Diantoro, mengatakan, hasil rapat
kerja gubernur akan ditindaklanjuti melalui forum organisasi perangkat daerah
(OPD) pada Juni 2026 untuk menyusun rencana aksi teknis di setiap bidang kerja
sama.
Ia menjelaskan, dari
enam klaster yang telah berjalan sejak 2025, sektor pariwisata menjadi salah
satu yang paling progresif. Saat ini, 10 provinsi tengah mematangkan konsep
paket wisata lintas daerah dalam satu jalur perjalanan terpadu.
Selain itu, kerja sama
bidang pangan juga terus diperkuat melalui pertemuan 12 BUMD pangan dari 10
provinsi. Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah dashboard pangan
bersama yang memuat data stok dan harga bahan pokok secara real time.
“Ke depan
mungkin akan ada usulan membangun holding pangan antarprovinsi,” kata Suhajar.
(eko/redaksi)











