- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
230 Pelaku Usaha di Jepara Dapat Pendampingan Akselerasi Sertifikasi Halal
Keterangan Gambar: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menyerap aspirasi dan temu konsultasi layanan produk halal bagi pelaku UMKM di Balai Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Sabtu (25/4/2026).
Jepara, infojateng.id - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menyerap aspirasi dan temu konsultasi layanan produk halal makanan dan minuman bagi pelaku UMKM masyarakat Desa Suwawal.
Pelaku usaha yang hadir nampak antusias mengikuti
rangkaian acara yang dilaksanakan di Balai Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo,
Kabupaten Jepara, pada Sabtu (25/4/2026).
Acara tersebut dihadiri Badan Penyelenggara Jaminan
Produk Halal (BPJPH), Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi
Jawa Tengah, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UNISNU Jepara,
Pengawas Jaminan Produk Halal Kabupaten Jepara, serta melibatkan 230 pelaku
usaha di Desa Suwawal.
Upaya jemput bola ini untuk memudahkan para pelaku
usaha di Jepara dalam memperoleh sertifikasi halal. Kerjasama tersebut
menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Jepara.
Abdul Wachid menegaskan, bahwa sertifikasi produk
halal bagi pelaku UMKM di Jepara wajib hukumnya. Kolaborasi luar biasa ini
diharapkan mampu membangun ekosistem percepatan sertifikasi halal nasional yang
terus berkelanjutan di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Jepara.
Ia mengingatkan bahwa sertifikat jaminan produk halal
ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk bisa meningkatkan citra positif
tentang penjaminan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan memperkuat
branding makanan khas Jepara.
Selain itu, program bantuan tambahan modal bagi pelaku
usaha yang membutuhkan juga digenjot, sebagai salah satu upaya pengentasan
kemiskinan, selain untuk mendorong UMKM naik kelas.
"Ini adalah upaya kami jemput bola untuk
memudahkan para pelaku usaha, khususnya UMKM di Desa Suwawal. Tidak hanya
layanan informasi, namun juga pendampingan sertifikasi produk halal," jelas
Abdul Wachid.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, kegiatan ini
sangat strategis, tidak hanya dalam rangka memperkuat sinergi pusat dan daerah
serta mempercepat implementasi kebijakan Wajib Halal 2026. Lebih dari itu, juga
sangat penting untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Jepara.
Kabupaten Jepara memiliki potensi ekonomi yang besar,
terutama pada sektor industri pengolahan, UMKM, perikanan, hingga ekonomi
kreatif. Maka penguatan ekosistem halal menjadi sangat relevan untuk
meningkatkan daya saing daerah.
Dalam rentang waktu itu, pertumbuhan ekonomi meningkat
dari 4,22 persen menjadi 5,91 persen, tingkat kemiskinan turun dari 6,09 persen
menjadi 5,79 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi
74,90.
"Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Jepara
berjalan pada arah yang tepat, termasuk dalam memperkuat fondasi ekonomi
masyarakat," kata Witiarso.
Pada program UMKM Naik Kelas, telah dilakukan
pembinaan terhadap 180 pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan
daya saingnya. Selain itu, pemerintah juga telah memberikan pelatihan dan fasilitasi
kepada 452 UMKM, termasuk dukungan sarana usaha.
Sejalan dengan itu, rasio wirausaha di Kabupaten
Jepara meningkat signifikan dari 3,19 persen menjadi 5,92 persen. Sedangkan
nilai investasi daerah selama tahun 2025 mencapai hampir Rp2 triliun, dengan
penyerapan tenaga kerja sebanyak 36.550 orang.
"Capaian tersebut tentu harus kita dorong lebih
baik lagi. Salah satu kunci agar UMKM kita benar-benar naik kelas adalah dengan
memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang
terjamin, termasuk melalui sertifikasi halal," tegasnya. (eko/redaksi)











