- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
400 Kader Muslimat NU Jateng Dikukuhkan Jadi Pendamping Hukum Bagi Masyarakat

Keterangan Gambar : Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melakukan pengukuhan kader Muslimat NU yang berlangsung di Balairung UTC Hotel, Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026)
Semarang, Infojateng.id - Sebanyak 400 kader Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah resmi dikukuhkan dan disiapkan menjadi paralegal garda terdepan pendampingan hukum bagi masyarakat, terutama perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Pengukuhan berlangsung di Balairung UTC Hotel, Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026), dan menjadi langkah strategis memperluas jangkauan layanan hukum hingga ke desa-desa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, keberadaan paralegal Muslimat NU menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menciptakan ketertiban dan kepastian hukum di masyarakat.
Baca Lainnya :
- Jateng Dominasi Deretan Kota-Kabupaten Paling Maju di Indonesia0
- Tipu Iming-iming Loker - Gondol Motor di Pati, Pelaku Ditangkap Polisi 0
- Diduga Rem Blong, Truk Tronton Terguling di Turunan Silayur 0
- Harapan dari Rumah Singgah Sederhana, Relawan Kanker Apresiasi Baksos Polres Klaten0
- Pelaku Penusukan di Juwana Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti Pakaian Korban0
“Paralegal ini akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah, khususnya desa, dalam mendorong restorative justice dan pendampingan persoalan hukum masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 400 paralegal tersebut tersebar di 32 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka telah dibekali kemampuan konsultasi hukum, mediasi, hingga pendampingan non-litigasi, sehingga mampu menjadi pintu masuk masyarakat dalam memperoleh keadilan secara lebih mudah dan inklusif.
Menurut Ahmad Luthfi, pendekatan pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penindakan. Karena itu, kehadiran paralegal dinilai krusial dalam meminimalkan konflik hukum di masyarakat sejak dini.
“Negara tidak semata-mata menghukum, tapi mengedepankan pencegahan. Ini yang diperkuat melalui peran paralegal,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar para paralegal dapat bersinergi dengan berbagai elemen, mulai dari PKK hingga program Kecamatan Berdaya milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program tersebut mencakup pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas.
Acara ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, serta Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutannya, Arifah menekankan bahwa Muslimat NU selama ini telah memainkan peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.
Dikatakan, hal ini menunjukkan pengabdian Muslimat NU dalam menjaga peradaban membawa kedamaian, memperkuat persatuan, serta menjadi solusi atas krisis kemanusiaan. “Perempuan dan anak memiliki peran sangat penting dan strategis bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Khofifah menambahkan, keberadaan paralegal Muslimat NU diharapkan mampu memperkuat pendampingan hukum masyarakat melalui kolaborasi dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di berbagai daerah.
Tak hanya fokus pada isu domestik, dalam kesempatan tersebut Muslimat NU juga menyampaikan sembilan poin imbauan kepada Sekretaris Jenderal PBB untuk menghentikan konflik global dan mendorong perdamaian dunia. Imbauan itu diserahkan melalui Menteri PPPA untuk diteruskan ke Markas Besar PBB.
Dengan pengukuhan ini, Muslimat NU Jawa Tengah menegaskan komitmennya sebagai kekuatan sosial yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi motor pemberdayaan dan pelindung kelompok rentan di tengah masyarakat. (one/redaksi)











