- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
5.503 Gedung KDKMP Berdiri di Jateng, Siap Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Keterangan Gambar: Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat (10/4/2026).
Semarang, infojateng.id - Pembangunan gedung
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah hingga kini terus
berlanjut. Saat ini setidaknya sudah 5.503 unit gedung yang telah terbangun.
Harapannya, koperasi tersebut mampu menggerakkan ekonomi warga setempat.
Kepala
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy S. Bramiyanto
menyatakan, dari total 8.523 koperasi yang telah berbadan hukum, sebanyak 5.887
koperasi telah memetakan lokasi yang akan dibangun gedung koperasi. Dari jumlah
itu, sebanyak 5.503 unit koperasi telah proses pembangunan gedung.
Adapun
yang sudah selesai 100 persen pembangunan gedung koperasinya mencapai
1.456 unit. Hal itu menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan capaian
pembangunan koperasi terbanyak kedua secara nasional.
Dikatakan
Eddy, kontribusi KDKMP terhadap penguatan ekonomi warga juga mulai terlihat.
Tercatat, puluhan KDKMP telah terlibat dalam penyediaan kebutuhan dapur untuk
program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain
itu, ratusan lainnya bekerja sama dengan Perum Bulog dalam program Gerakan
Pangan Murah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp9,5 miliar. Bahkan,
ratusan koperasi juga terlibat dalam mendukung stabilisasi pasokan pangan
menjelang Lebaran.
Penasehat
Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara
Rusmana menyatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan
koperasi, sebab didukung jumlah desa yang besar serta tradisi berkoperasi yang
sudah kuat.
“Terkait
Kopdes Merah Putih, potensi di Jateng jumlah desanya besar, tradisi berkoperasi
juga sudah bagus. Kebijakan Pak Presiden kan prioritas, mohon kolaborasi,” ujar
Erwin saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di
Semarang, Jumat (10/4/2026).
Ia
menambahkan, tindak lanjut pengembangan KDKMP perlu dilakukan melalui pemetaan
yang jelas, termasuk peran berbagai pihak seperti komunitas TNI, pemerintah
daerah, hingga BUMD dalam mendukung percepatan pembangunan.
Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangan KDKMP harus dikawal secara
serius dan terstruktur, termasuk melalui dukungan kelembagaan dan koordinasi
lintas pihak.
Selain
itu, Ia juga menekankan agar model pengembangan KDKMP tidak harus seragam di
setiap daerah, melainkan perlu disesuaikan dengan potensi dan karakteristik
masing-masing wilayah.
“Tidak
semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya. Di
samping itu tidak boleh memaksakan satu desa satu KDKMP,” ujarnya.
Pemprov Jawa Tengah menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan KDKMP dapat berkembang secara berkelanjutan, adaptif, serta benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing daerah. (eko/redaksi)











