- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
523 Jiwa di Brebes Terdampak Tanah Gerak, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Percepatan Penanganan

Keterangan Gambar : Gubernur Ahmad Luthfi berbincang dengan pengungsi tanah bergerak di Brebes.
Brebes, infojateng.id – Sebanyak 175 kepala keluarga atau 532 jiwa terdampak pada bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.rnrnTak pelak, sebagian warga yang terdampak tersebut harus tinggal di pengungsian, sebab pergerakan tanah dilaporkan belum sepenuhnya berhenti.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi pengungsian sekaligus memimpin Rapat Penanganan dan Penyerahan Bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Sirampog, Brebes, Rabu (18/2/2026).
Baca Lainnya :
- Kunjungi Pengungsi Tanah Gerak Tegal, Taj Yasin Minta Pembangunan Huntara Dipercepat 0
- Ahmad Luthfi Upayakan Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang Banjir Grobogan dan Demak0
- Pemprov Jateng Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor pada 2026, Bakal Ada Diskon 5%0
- Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan, Jelang Mudik Lebaran Dipastikan Mantap0
- Gunakan Teknologi Pertanian, Petani di Rembang Raup Untung Rp30 Juta per Hektare0
Luthfi memastikan percepatan penanganan, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) di lokasi yang telah direkomendasikan aman secara teknis.
“Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindah orang dan barang,” kata Luthfi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sedikitnya 143 rumah terdampak, dengan rincian 10 rumah rusak berat, dan 124 rumah lainnya dalam kondisi terancam.
Selain itu, juga ada dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan turut terdampak. Akses utama jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter juga ambles.Kondisi terkini menunjukkan pergerakan tanah masih aktif akibat tingginya curah hujan di wilayah perbukitan Sirampog. Arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang masih tinggi.
Dengan situasi seperti ini, Luthfi meminta kepada warga agar tidak kembali ke rumah masing-masing, karena kondisinya masih berbahaya.rnrnPemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Rencananya, huntara akan dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat. Sementara itu, pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah didirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Pada kesempatan itu, Luthfi juga menyalurkan bantuan total Rp175,97 juta. Bantuan tersebut berasal dari BPBD Provinsi Jateng (Rp18,24 juta), Dinsos Jateng (Rp90,77 juta), Dishanpan (Rp18 juta), Dinas Kesehatan (Rp11,77 juta), Dinas Pendidikan (Rp27 juta), dan PMI (Rp 10,19 juta).
Sementara Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi respons cepat Pemprov Jateng pada penanganan bencana di wilayahnya. “Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” kata bupati.
Salah seorang warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Susi Susanti mengaku, harus mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk yang bayi 10 bulan. Ia memilih mengungsi demi keselamatan anak-anaknya.
Di pengungsian, ia berharap bantuan kebutuhan bayi seperti pampers, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia.rnrnWarga lain, Tona, yang rumah kayunya berada di pinggir hutan dan dekat sungai, tak pernah tenang ketika hujan menderas. Sebab garis tepi kali atau sungai semakin dekat ke rumahnya.
“Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” kata Susi.rnrnIa berharap bisa direlokasi ke tempat yang benar-benar aman. “Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” ujarnya.
Sebagai informasi, bencana tanah gerak di Sirampog Brebes tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pergerakan tanah di lereng, dengan kemiringan sekitar 45 derajat mengarah ke aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog. (eko/redaksi)











