- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Boyolali Terima Penghargaan Terbaik I Jateng Energy Transition Award Tahun 2026

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana menerima penghargaan Terbaik I Jateng Energy Transition Award Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Rabu (13/5/2026. Dok. Pemkab Boyolali
Boyolali, infojateng.id – Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana menerima penghargaan Terbaik I Jateng Energy Transition Award (JETA) Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen).
Penyerahan
penghargaan ini dilaksanakan pada Puncak Peringatan Hari Bumi Tahun 2026 yang
digelar oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah
di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026.
Taj
Yasin menegaskan, pentingnya percepatan transisi menuju energi baru terbarukan
(EBT). Menurutnya, penguatan energi bersih menjadi bagian penting dalam
menghadapi krisis iklim dan krisis energi.
Baca Lainnya :
- Polisi Terima Tambahan Laporan Dugaan TPKS di Ponpes Ndolo Kusumo Pati0
- Cak Ulil Apresiasi Kinerja Polresta Pati dan Media Kawal Kasus TPKS0
- Jateng Segera Terapkan RTRW Target 87 Persen LBS untuk LP2B, Melanggar Kena Sanksi0
- Hingga Maret 2026, Damkar Rembang Tangani 129 Kejadian Kebakaran0
- Wagub Jateng Gerak Cepat Bantu Sekolah Roboh di Sragen, Tiga Kelas Sekaligus Diperbaiki0
"Transisi
energi menuju energi baru terbarukan bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Tanpa
upaya ini, krisis energi dan krisis iklim akan menjadi ancaman yang nyata,”
kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Di
Jawa Tengah, bauran EBT telah mencapai 22,33 persen. Pemprov Jateng juga terus
mendorong transisi energi berkeadilan, berbasis kearifan lokal, dan melibatkan
partisipasi aktif masyarakat melalui Program Desa Mandiri Energi.
Hingga
saat ini, Desa Mandiri Energi di Jawa Tengah telah mencapai 2.331 desa.
Rinciannya, 28 desa kategori mapan, 165 desa kategori berkembang, dan 2.138
desa kategori inisiatif.
Sebagai
informasi, untuk mendapatkan penghargaan Terbaik I JETA tahun 2026, Pemkab
Boyolali mengajukan Desa Wisata Samiran Kecamatan Selo dengan tema 'Wisata
Samiran Eco-Education (WISE)'.
Selain
sebagai Desa Wisata, Desa Samiran juga merupakan Desa Mandiri Energi Kategori
Mapan sesuai Keputusan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi
Jawa Tengah Nomor: 542/2999/IV/2023 tentang Penerima Penghargaan Desa Mandiri
Energi.
Pemanfaatan
potensi limbah ternak sapi di Desa Samiran, khususnya Dukuh Kuncen, telah
berkembang sebagai salah satu upaya penyediaan energi alternatif melalui
pengolahan biogas.
Kotoran
sapi yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kini dapat diolah menjadi
energi yang mampu menggantikan penggunaan gas LPG dan kayu bakar, bahkan
berpotensi dimanfaatkan untuk penerangan.
Inisiatif
ini menjadi bagian penting dalam aksi mitigasi perubahan iklim di tingkat desa
sekaligus mendukung kemandirian energi masyarakat.
Pemanfaatan
biogas juga menjadi solusi dalam mengelola limbah ternak agar lebih ramah
lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi
konvensional.
Program
'Wisata Samiran Eco-Education (WISE)' merupakan langkah konkret untuk
mengoptimalkan potensi energi bersih berupa biogas di Desa Samiran, Kecamatan
Selo. Penggunaan biogas terbukti sebagai solusi yang aman, andal, dan ramah
lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Implementasi
program ini tidak hanya akan memberikan penghematan biaya listrik dalam jangka
panjang tetapi juga mendukung komitmen pemerintah dalam meningkatkan bauran
energi terbarukan di Indonesia. (eko/redaksi)











