- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bupati Magelang Minta Pemberlakuan WFH Tak Ganggu Layanan Masyarakat
Keterangan Gambar: Bupati Magelang, Grengseng Pamuji saat dikofirmasi usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa bersama Forkopimda di Aula Kecamatan Borobudur, Selasa (7/4/2026). Dok. Jatengprov.go.id
Kabupaten Magelang, infojateng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Magelang tengah mengkaji pemberlakukan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil
Negara (ASN) setempat. Hal tersebut dilakukan supaya pelayanan masyarakat tidak
terganggu saat pemberlakuan WFH.
Hal itu diungkapkan Bupati Magelang, Grengseng
Pamuji saat dikofirmasi usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Desa
bersama Forkopimda di Aula Kecamatan Borobudur, Selasa (7/4/2026). Ia
menegaskan, saat ini pihaknya terus mengkaji pemberlakukan WFH tersebut.
“Kita kaji dulu, kita rumuskan, jangan sampai
pelayanan masyarakat terganggu akibat dampak dari WFH ini. Misal, nanti kantor
kecamatan tutup, padahal mereka bertugas melayani masyarakat,” jelas bupati.
Dia menilai, beberapa sektor yang perlu dikaji,
di antaranya beberapa kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada
masyarakat. Sehingga, akan mengurangi penggunaan bahan bakar di kalangan ASN,
karena pemangkasan beberapa kegiatan.
“Kita rumuskan bentuk efisiensinya seberapa.
Pada intinya Work Form Home (WFH) itu spirit efisiensi. Pemda sepakat dengan
itu, dan kita baru mengkaji bagaimana membangun penataan anggaran yang
efisien,” lanjutnya.
Bupati Grengseng memastikan pelayanan masyarakat
akan tetap berjalan dan tidak berdampak, meskipun pemerintah saat ini tengah
mengkaji pemberlakuan efisiensi.
“Kita akan mengefisiensi, tapi tidak mengurangi
dampak yang nanti akan sampai pada masyarakat,” tutupnya. (eko/redaksi)











