- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Cek Tanggul Jebol di Pekalongan, Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan dan Normalisasi Sungai Bremi

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Bremi di Kelurahan Pedukuhankraton, Pabean Barat, Kota Pekalongan, Kamis (26/3/2026) sore.
Kota Pekalongan, infojateng.id – Tanggul Sungai Bremi yang jebol di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan memicu respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Gubernur
Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas
daerah sekaligus memastikan penanganan darurat hingga normalisasi sungai
berjalan tanpa jeda.
Gubernur Jawa
Tengah Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul Sungai Bremi di
Kelurahan Pedukuhankraton, Pabean Barat, Kota Pekalongan, Kamis (26/3/2026)
sore.
Baca Lainnya :
- Libur Lebaran, Kunjungan Wisata Jateng Melonjak 5,25 Persen0
- Wagub Jateng Kunjungi Masjid Bersejarah Terbakar di Boyolali0
- Demak Buka Uji Kompetensi Pelatihan Digital Marketing dan Pemandu, Catat Tanggalnya0
- Curhatan Difabel di Hadapan Wagub, Sulit Bantuan Hingga Minta Bantuan ke Luar Negeri0
- Pastikan Pelayanan Sudah Aktif, Bupati Arief Sidak Pascalibur Lebaran0
Dalam
kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan
Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Balgis Diab, serta Plt Bupati Pekalongan
Sukirman.
Berdasarkan
pantauan di lapangan, tanggul sungai jebol sepanjang sekitar 15–20 meter akibat
tingginya debit air pascahujan deras.
Luapan air
kemudian merendam area persawahan di Pasirsari (Kota Pekalongan) dan Tegaldowo
(Kabupaten Pekalongan), serta mulai masuk ke permukiman warga di Kelurahan
Pasirkratonkramat.
Ahmad Luthfi
menegaskan, kondisi geografis yang melibatkan dua wilayah administrasi menjadi
alasan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.
“Ini
wilayahnya berbatasan. Sebelah sini kabupaten, sebelahnya lagi kota, sehingga
harus dikerjakan bersama. Kolaborasi sudah berjalan dan harus terus diperkuat,”
ujar Luthfi.
Penanganan
darurat telah dilakukan oleh BPBD Kota dan Kabupaten Pekalongan dengan dukungan
TNI-Polri serta BPBD Provinsi Jawa Tengah. Upaya tersebut meliputi pemasangan
trucuk kayu dan sandbag untuk menahan aliran air, serta pemompaan air dari
permukiman warga.
Ahmad Luthfi
menargetkan penanganan tanggul darurat dapat segera diselesaikan, terutama
menjelang arus balik Lebaran. Ia menegaskan, tidak boleh ada warga terdampak
bencana saat momentum Idulfitri.
“Saya minta
harus selesai cepat. Masyarakat tidak boleh terdampak. Ini panggilan jiwa,
pejabat harus hadir dan ngopeni rakyatnya,” tegasnya.
Untuk
penanganan jangka panjang, Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah pusat telah
menyiapkan anggaran besar untuk normalisasi Sungai Bremi.
Tahun ini
pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jateng sudah menganggarkan untuk
menormalisasi Sungai Bremi agar penanganan ditangani secara cepat.
“Normalisasi
akan dilakukan menyeluruh, dimulai dari arah muara. Ini solusi permanen untuk
mengurangi risiko banjir di Pekalongan,” jelasnya.
Selain itu,
perbaikan infrastruktur lain seperti ruas jalan Randujajar juga akan dikerjakan
secara kolaboratif antara Pemkab dan Pemkot Pekalongan.
Sebagai
bentuk respons cepat, Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan senilai Rp
134.905.150 kepada masyarakat terdampak.
Bantuan
tersebut meliputi logistik makanan dan non-makanan, beras, obat-obatan, serta
perlengkapan sekolah.
Bantuan
disalurkan melalui pemerintah kelurahan, termasuk untuk mendukung kelompok
usaha bersama (KUBE) dan kebutuhan dasar warga.
Lurah
Pasirkratonkramat, Dwi Indah Widiastuti, menyampaikan, air sudah mulai masuk ke
permukiman warga. Namun, penanganan darurat terus dilakukan bersama aparat dan
masyarakat.
“Kami
dibantu TNI-Polri dan masyarakat juga akan kerja bakti. Semoga cepat tertangani
dan tidak sampai ada pengungsi,” ujarnya. (eko/redaksi)











