- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gandeng Undip, BPBD Wonogiri Latih Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

Keterangan Gambar : BPBD Wonogiri menggandeng Undip menggelar simulasi bencana berbasis komunitas di lingkungan sekolah dasar di Kecamatan Tirtomoyo, Selasa (14/4/2026). Dok. Jatengprov.go.id
Wonogiri, infojateng.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) menggelar simulasi bencana berbasis komunitas di lingkungan sekolah dasar di Kecamatan Tirtomoyo, Selasa (14/4/2026).
Hal itu dilakukan sebagai upaya
menanamkan dan memperkuat kesiapsiagaan bencana sejak dini di Kabupaten
Wonogiri.
Kegiatan yang berlangsung di SDN 1
Wiroko dan SDN 2 Sukoharjo ini menjadi istimewa karena dilaksanakan bersamaan
dengan penelitian disertasi Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro.
Baca Lainnya :
- Kota Magelang Raih Peringkat 8 Kota Paling Maju di Indonesia0
- Pemkot Pekalongan Gratiskan Denda PBB April 20260
- 1.472 Calon Jemaah Haji Kabupaten Tegal Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci0
- PKK Jadi Ujung Tombak Edukasi Masyarakat Perangi Rokok Ilegal0
- Umat Buddha di Jepara Ingin Waisak Digelar di Pendopo Kartini, Ini Alasannya0
Sinergi tersebut mengintegrasikan
pendekatan akademis dengan praktik lapangan dalam memetakan ketangguhan
komunitas sekolah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan, simulasi ini merupakan langkah
konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi
bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kami ingin memastikan seluruh elemen
sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga komite, memahami langkah yang harus
dilakukan saat kondisi darurat,” ujar Fuad.
Dia bilang, kolaborasi dengan
peneliti dari Universitas Diponegoro juga memberi nilai tambah melalui
pengumpulan data kesehatan masyarakat yang relevan dengan aspek kebencanaan.
Selama hampir enam jam, sejak pukul
07.30 WIB, peserta mendapatkan pembekalan berbagai prosedur teknis, mulai dari
pengenalan rambu jalur evakuasi, teknik perlindungan diri di dalam kelas,
hingga penentuan titik kumpul aman.
Keterlibatan relawan Desa Tangguh
Bencana (Destana) setempat turut memperkuat pendampingan teknis bagi para siswa.
Melalui kegiatan ini, SDN 1 Wiroko
dan SDN 2 Sukoharjo diharapkan dapat menjadi percontohan sekolah tangguh
bencana di wilayah Kecamatan Tirtomoyo.
BPBD Wonogiri pun berkomitmen terus
memperluas edukasi mitigasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, baik
akademisi maupun praktisi, hingga menjangkau seluruh pelosok “Kota Gaplek”.
Langkah ini sejalan dengan semangat daerah dalam memperkuat sinergi menghadapi bencana demi keselamatan masyarakat luas. (eko/redaksi)











