- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Umat Buddha di Jepara Ingin Waisak Digelar di Pendopo Kartini, Ini Alasannya

Keterangan Gambar : Bupati Jepara Witiarso Utomo menghadiri ramah tamah dengan umat Buddha di Vihara Jaya Manggala, Simo, Blingoh, Kecamatan Donorojo, Rabu (15/4/2026) petang.
Jepara, infojateng.id - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dengan umat Buddha di Vihara Jaya Manggala, Simo, Blingoh, Kecamatan Donorojo, Rabu (15/4/2026) petang.
Tokoh Buddha Jepara, Suroso, menyampaikan
apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Bupati Jepara kepada umat Buddha.
Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah
tidak membeda-bedakan warganya, meskipun umat Buddha merupakan kelompok
minoritas.
“Ini adalah bentuk kepedulian bupati kepada kami
umat Buddha. Tidak ada perbedaan, meskipun kami minoritas, kami tetap
diperlakukan sama seperti yang mayoritas,” ujar Suroso.
Baca Lainnya :
- Ratusan Usulan Program Bupati Ngantor di Desa Tuntas di 2025, Sisanya Tahun Ini0
- Akomodiasi Nyaman - Transportasi Lancar, Guru Besar UI Puji Pelaksanaan Haji 20240
- Ketahanan Pangan Jadi Kunci Stabilitas Kamtibmas di Demak0
- Miliki Asrama Baru, Atlet Paralympic Jateng Ditantang Cetak Prestasi Dunia 0
- BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi0
Suroso juga mengungkapkan bahwa saat ini
terdapat sekitar 45 vihara dengan jumlah umat Buddha mencapai 5.000 orang di
Jepara. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat yang
rukun dan aman di tengah keberagaman, khususnya di wilayah Donorojo.
Selain itu, pihaknya berharap adanya dukungan
pemerintah terhadap kegiatan keagamaan, seperti pengajian (ngaji) dan sekolah
Minggu bagi anak-anak, agar pembinaan keimanan dapat berjalan lebih optimal.
Tak hanya itu, umat Buddha juga mengajukan
permohonan bantuan dana untuk revitalisasi vihara yang saat ini masih dalam
proses.
Dalam kesempatan tersebut, umat Buddha juga
menyampaikan harapan agar perayaan Hari Raya Waisak dapat dilaksanakan di
Pendopo Kabupaten Jepara, sebagaimana yang telah dilakukan oleh umat agama
lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jepara, Witiarso
Utomo, menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia mempersilakan umat Buddha
untuk merayakan Waisak dengan meriah dan penuh makna.
“Silakan merayakan Hari Waisak semeriah mungkin
dan sebaik-baiknya. Kami memberikan ruang keagamaan bagi seluruh agama di
Pendopo Kabupaten,” tegas bupati.
Dia juga menegaskan bahwa Kabupaten Jepara
merupakan daerah yang terbuka terhadap berbagai perbedaan. Menurutnya,
keberagaman justru menjadi kekuatan dalam mempersatukan masyarakat.
“Jepara sangat terbuka terhadap perbedaan.
Perbedaan itu adalah karunia yang luar biasa. Di dalamnya ada banyak kelebihan,
dan tugas kita adalah merawatnya dengan baik,” ungkapnya.
Terkait bantuan yang diajukan, bupati
mempersilakan agar proposal diajukan secara resmi. Ia menyatakan pemerintah
daerah dapat memberikan dukungan, meskipun secara bertahap.
“Nanti diajukan saja, mudah-mudahan bisa kami
bantu meskipun sedikit,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab
Jepara dalam menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama, sekaligus
memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. (eko/redaksi)











