Umat Buddha di Jepara Ingin Waisak Digelar di Pendopo Kartini, Ini Alasannya

By Admin Utama
16 Apr 2026, 10:53:32 WIB Daerah
Umat Buddha di Jepara Ingin Waisak Digelar di Pendopo Kartini, Ini Alasannya

Keterangan Gambar : Bupati Jepara Witiarso Utomo menghadiri ramah tamah dengan umat Buddha di Vihara Jaya Manggala, Simo, Blingoh, Kecamatan Donorojo, Rabu (15/4/2026) petang.


Jepara, infojateng.id - Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dengan umat Buddha di Vihara Jaya Manggala, Simo, Blingoh, Kecamatan Donorojo, Rabu (15/4/2026) petang.

Tokoh Buddha Jepara, Suroso, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Bupati Jepara kepada umat Buddha. Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak membeda-bedakan warganya, meskipun umat Buddha merupakan kelompok minoritas.

“Ini adalah bentuk kepedulian bupati kepada kami umat Buddha. Tidak ada perbedaan, meskipun kami minoritas, kami tetap diperlakukan sama seperti yang mayoritas,” ujar Suroso.

Baca Lainnya :

Suroso juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 45 vihara dengan jumlah umat Buddha mencapai 5.000 orang di Jepara. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun dan aman di tengah keberagaman, khususnya di wilayah Donorojo.

Selain itu, pihaknya berharap adanya dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan, seperti pengajian (ngaji) dan sekolah Minggu bagi anak-anak, agar pembinaan keimanan dapat berjalan lebih optimal.

Tak hanya itu, umat Buddha juga mengajukan permohonan bantuan dana untuk revitalisasi vihara yang saat ini masih dalam proses.

Dalam kesempatan tersebut, umat Buddha juga menyampaikan harapan agar perayaan Hari Raya Waisak dapat dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara, sebagaimana yang telah dilakukan oleh umat agama lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia mempersilakan umat Buddha untuk merayakan Waisak dengan meriah dan penuh makna.

“Silakan merayakan Hari Waisak semeriah mungkin dan sebaik-baiknya. Kami memberikan ruang keagamaan bagi seluruh agama di Pendopo Kabupaten,” tegas bupati.

Dia juga menegaskan bahwa Kabupaten Jepara merupakan daerah yang terbuka terhadap berbagai perbedaan. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan dalam mempersatukan masyarakat.

“Jepara sangat terbuka terhadap perbedaan. Perbedaan itu adalah karunia yang luar biasa. Di dalamnya ada banyak kelebihan, dan tugas kita adalah merawatnya dengan baik,” ungkapnya.

Terkait bantuan yang diajukan, bupati mempersilakan agar proposal diajukan secara resmi. Ia menyatakan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, meskipun secara bertahap.

“Nanti diajukan saja, mudah-mudahan bisa kami bantu meskipun sedikit,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Jepara dalam menjaga harmoni dan toleransi antarumat beragama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. (eko/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment