- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Ketahanan Pangan Jadi Kunci Stabilitas Kamtibmas di Demak

Keterangan Gambar : Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, dalam rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa, Mapolres setempat, Selasa (14/4/2026). Dok. Dinkominfo Demak
Demak, infojateng.id - Ketahanan pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Fluktuasi harga serta kelangkaan bahan pokok dinilai berpotensi memicu gangguan sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut
disampaikan Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, dalam rapat
koordinasi (rakor) ketahanan pangan yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa, Mapolres
setempat, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan
tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Demak Muhammad
Mathori, perwakilan Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog Kancab
Semarang, ADM KPH Semarang, serta sejumlah perbankan, di antaranya BRI, Bank
Mandiri, dan Bank BTN Cabang Demak.
Baca Lainnya :
- Miliki Asrama Baru, Atlet Paralympic Jateng Ditantang Cetak Prestasi Dunia 0
- BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi0
- Jelang Iduladha, Gubernur Luthfi Minta Layanan Healing Diintensifkan0
- Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Cepat Banjir di Solo Raya0
- Festival Seni Jadi Ajang Asah Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus Berkompetisi0
Kapolres
mengatakan, bahwa ketahanan pangan berkaitan langsung dengan stabilitas
kamtibmas. Karena itu, diperlukan langkah bersama dari berbagai pihak untuk
mengantisipasi potensi gangguan yang timbul akibat persoalan pangan.
“Ketahanan
pangan ini berkaitan langsung dengan stabilitas kamtibmas. Karena itu, perlu
langkah bersama agar potensi gangguan akibat persoalan pangan dapat
diantisipasi,” ujar kapolres.
Dalam rakor
tersebut, sejumlah persoalan krusial turut disoroti, mulai dari belum
optimalnya pemanfaatan lahan hingga rendahnya serapan hasil panen oleh Bulog.
Arrizal
menjelaskan, program ketahanan pangan yang telah dijalankan sejak 2025 kini
memasuki tahap penguatan pada 2026 dan menjadi prioritas nasional.
Dalam hal
ini, Polres Demak turut berperan aktif mendukung percepatan swasembada pangan,
khususnya pada komoditas jagung.
Di lapangan,
terdapat tiga persoalan utama yang dihadapi. Pertama, masih banyak lahan
pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan data, terdapat
potensi lahan milik Polri sekitar 1.200 meter persegi, lahan pertanian sekitar
44,72 hektare, serta lahan berdasarkan data Dinas Pertanian mencapai sekitar
2.362 hektare.
Kedua,
serapan hasil panen oleh Bulog yang masih rendah. Dari target 8.500 ton pada
2026, realisasi penyerapan baru mencapai 72 ton. Kondisi ini dinilai berdampak
pada stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
Ketiga,
keterbatasan akses permodalan bagi petani. Minimnya sosialisasi Kredit Usaha
Rakyat (KUR) menjadi salah satu penyebab rendahnya pemanfaatan fasilitas
pembiayaan tersebut.
Menanggapi
hal tersebut, Polres Demak mendorong sejumlah langkah strategis, di antaranya
optimalisasi lahan tidur, penguatan koordinasi dengan Bulog guna meningkatkan
serapan hasil panen, serta percepatan akses permodalan melalui KUR.
"Selain
itu, edukasi dan pendampingan kepada petani juga penting, khususnya dalam
pengelolaan pembiayaan serta penerapan teknologi pascapanen, seperti
pengeringan kadar air jagung untuk mengatasi kendala teknis di lapangan,”
jelasnya.
Kapolres
berharap sinergi lintas sektor yang terbangun dalam rakor ini dapat
menghasilkan langkah konkret guna meningkatkan produksi jagung sekaligus
memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Demak. (eko/redaksi)











