- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Festival Seni Jadi Ajang Asah Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus Berkompetisi
Keterangan Gambar: Dua pelajar berkebutuhan khusus saat unjuk kebolehan dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional di SLB Negeri Batang, Selasa (14/4/2026).
Batang, infojateng.id - Para pelajar berkebutuhan khusus dari jenjang SD hingga SMA Luar Biasa dari Cabang Dinas 12 menunjukkan ekspresi dan potensinya melalui gelaran Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), yang digelar di SLB Negeri Batang, Kabupaten Batang, Selasa (14/4/2026).
Sebanyak 75
peserta dari jenjang SD hingga SMA Luar Biasa berkompetisi menunjukkan karya
dan potensinya hasil berlatih selama beberapa waktu demi menuju tingkat
provinsi maupun nasional.
Adapun beberapa
cabang yang dilombakan di antaranya, seni tari, melukis, menyanyi, seni peran,
pantomim, disain grafis, puisi dan lainnya.
Kasi SMA/SLB
Cabdin 12, Lebdo Wiharso mengatakan, cabang-cabang lomba tersebut sebagai media
bagi mereka yang berkebutuhan khusus untuk mengekspresikan diri agar sejajar
dengan anak lainnya.
Dikatakan
dia, potensinya tidak kalah dengan anak pada umumnya, bahkan dari cabang lomba
tertentu pun, anak berkebutuhan khusus sudah ada yang mampu menjuarai.
“Salah satu
cabang lomba yang berhasil membawa siswa kami lolos di tingkat nasional yakni
juara 2 solo song, oleh siswa SLB Negeri 1 Pemalang. Targetnya tahun ini semoga
menjuarai kategori solo song, pantomim, desain grafis dan seni tari bisa lolos
nasional,” harap Wiharso.
Sementara Kepala
SLB Batang, Buntas Ernawati mengakui dalam proses melatih anak berkebutuhan
khusus memang memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Namun berkat ketelatenan guru
maupun pelatih, hal tersebut bukan menjadi halangan.
“Kendalanya
ketika sudah dibikin jadwal, kadang anak tidak masuk. Alhamdulillah berkat
ketekunan anak, mereka bisa mengupayakan yang terbaik,” jelas Ernawati.
Terkait
potensi, kata dia, khususnya pelajar berkebutuhan SLB Batang berpotensi di
cabang lomba pencak silat yang berhasil meraih juara 2 tingkat Jateng.
“Semoga potensi mereka bisa terasah dan menjadi bekal ketika lulus dari SLB,” harapnya. (eko/redaksi)











