- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

Semarang, infojateng.id - Banjir yang melanda wilayah Solo Raya sejak Selasa
(14/4/2026) sore memicu respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Jawa Tengah. Evakuasi warga, distribusi logistik, hingga upaya
percepatan surutnya genangan dikebut di tengah tingginya debit Sungai Bengawan
Solo.
BPBD Jawa Tengah langsung bergerak begitu banjir
merendam sejumlah wilayah di Solo Raya. Koordinasi lintas sektor dilakukan
untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terintegrasi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas
Catursasi Penanggungan, mengatakan, pihaknya langsung koordinasi lintas
sektoral begitu banjir terjadi. Penyelamatan warga menjadi prioritas utama
dalam situasi darurat ini.
Baca Lainnya :
- Jelang Iduladha, Gubernur Luthfi Minta Layanan Healing Diintensifkan0
- Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Cepat Banjir di Solo Raya0
- Festival Seni Jadi Ajang Asah Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus Berkompetisi0
- Tak Perlu Antre Lama, Kini Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Online0
- Resmi Dimulai, Turnamen MLBB Bupati Batang Cup Jadi Ajang Pencarian Bakat0
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD kabupaten/kota,
relawan, PMI, TNI, dan Polri dikerahkan ke titik-titik terdampak.
“Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak
menyelamatkan warga di lokasi yang terdampak banjir,” ujar Bergas di Semarang,
Rabu (15/4/2026).
Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung
seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat. BPBD juga telah menyiapkan
sejumlah lokasi pengungsian di fasilitas umum, seperti masjid, balai warga, dan
gedung sosial.
Di Kota Surakarta, jumlah pengungsi tercatat sebanyak
109 jiwa. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, warga terdampak mencapai sekitar
1.900 jiwa.
“Permintaan evakuasi masih terus berjalan. Meskipun
hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah,” kata
Bergas.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Jateng
menggandeng Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam penyaluran bantuan. Bantuan
yang diberikan meliputi makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan,
khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Selain fokus pada evakuasi, BPBD juga melakukan
langkah teknis berupa pompanisasi di sejumlah titik genangan. Namun, upaya ini
belum dapat dilakukan secara maksimal karena tingginya muka air Sungai Bengawan
Solo.
“Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi,
tetapi belum bisa optimal karena kondisi sungai utama masih tinggi,” jelasnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan instansi teknis,
seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna mengendalikan aliran
air dan mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.
Menurut Bergas, banjir yang terjadi dipicu tingginya
intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo dan anak
sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.
Ke depan, BPBD mendorong langkah jangka panjang berupa
normalisasi sungai serta pembangunan kawasan penampungan air untuk mengurangi
risiko banjir berulang.
“Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga
aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban
saat debit tinggi,” tuturnya.
BPBD Jawa Tengah menegaskan seluruh personel dan
sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi benar-benar
aman. (eko/redaksi)











