- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Luthfi Tekankan Kolaborasi DPRD dan Pemda untuk Percepat Pembangunan

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer, Magelang, Kamis (16/4/2026).
Magelang, infojateng.id –
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya kolaborasi antara Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pemerintah daerah dalam mendorong
pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan
Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua DPRD se-Indonesia di Akademi
Militer, Magelang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan
Nasional Republik Indonesia tersebut berlangsung pada 15–19 April 2026 dan
diikuti sekitar 500 Ketua DPRD dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota di
seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
- Gubernur Jateng Kumpulkan 576 Camat, Bupati dan Wali Kota, Percepat Program Kecamatan Berdaya0
- Menata Ulang Jejak RA Kartini, Dari Surat Menjadi Taman Inspirasi0
- 130 Desa Rawan Bencana di Rembang Ikuti Penilaian Destana0
- Awal 2026 Pemkab Rembang Tangani 11 Ruas Jalan, Perbaikan Terus Berlanjut0
- Tingkatkan Literasi, DPK Blora Gelar Rakor Gerakan Sedekah Buku0
Pembukaan acara dilakukan oleh Gubernur Lemhannas RI,
Ace Hasan Syadzily, serta dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri),
Bima Arya Sugiarto.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa
pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan
sinergi lintas sektor dan lintas level pemerintahan, mulai dari pusat hingga
desa.
“Diperlukan integrasi antara pemerintah pusat,
provinsi, dan kabupaten/kota, serta dukungan seluruh elemen masyarakat. Kami
juga menggandeng bupati-wali kota, DPRD Jateng melalui Forum Berlian, hingga
anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah dalam satu tim besar,”
ujarnya.
Gubernur menambahkan, DPRD merupakan mitra strategis
pemerintah daerah dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pembangunan. Oleh
karena itu, kolaborasi yang solid menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai
persoalan daerah secara menyeluruh.
“Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua harus
bergerak bersama agar solusi yang dihasilkan lebih komprehensif,” tegasnya.
Sementara itu, Ace Hasan Syadzily menyampaikan bahwa
kegiatan KPPD bertujuan memperkuat perspektif kepemimpinan para pimpinan DPRD
di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan tidak menentu.
Menurutnya, perubahan global yang cepat menuntut
pemimpin daerah untuk tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga mampu
membaca perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap daerah.
“DPRD memiliki peran strategis, tidak hanya dalam
fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga sebagai penjaga
keseimbangan antara kepentingan nasional dan aspirasi lokal,” kata Ace.
Ia juga menekankan pentingnya peran DPRD dalam
mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional, termasuk visi pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto.
“Keputusan kebijakan dan anggaran harus mampu
memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” imbuhnya.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menambahkan, terdapat
tiga perspektif penting yang perlu dimiliki pimpinan DPRD, yakni memahami
dinamika geopolitik, fokus pada program prioritas, serta mampu mengelola
pemerintahan secara efektif.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas
kepemimpinan DPRD sekaligus mendorong sinergi yang lebih erat antara legislatif
dan eksekutif dalam pembangunan daerah. (eko/redaksi)











