- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Hadiri Pameran Lukisan Difabel, Sekda Jateng: Difabel Bukan untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno memghadiri pameran lukisanpada Sabtu (21/2/2026).
Semarang, Infojateng.id – Para seniman penyandang difabel yang tergabung dalam komunitas Roemah Difabel mengikuti pameran lukisan di kantor lembaga budaya Alliance Francaise Semarang, Jalan Dokter Wahidin 54 Semarang.
Penutupan pameran yang bertema "Aku Ada, Aku Berkarya, Aku Setara" ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno pada Sabtu (21/2/2026).
Baca Lainnya :
- Jateng mulai panen raya padi, diperkirakan bisa panen 3,35 juta ton selama 3 bulan0
- Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar - GPM Intervensi Harga Pangan Pokok0
- Bertemu Dubes dan Pengusaha India, Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Investasi di Sejumlah Sektor 0
- Gandeng Sektor Swasta, Pemprov Jateng Masifkan Gerakan Sumur Resapan Murah0
- 523 Jiwa di Brebes Terdampak Tanah Gerak, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Percepatan Penanganan0
Sumarno memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendukung penuh segala bentuk fasilitasi kepada penyandang difabel.
"Difabel bukan untuk dikasihani, tetapi difasilitasi," tandas sekda.
Menurut dia, pemaran lukisan tersebut menjadi sarana untuk mengekspresikan bakat dan minat para penyandang difabel tersebut. Sumarno juga mengajak agar kegiatan tersebut dipromosikan secara masif, sehingga masyarakat luas dapat turut hadir dan memberikan apresiasi.
Pimpinan Alliance Francaise Semarang, Kiki Martaty menjelaskan, lembaganya berkomitmen menghadirkan seni sebagai bahasa universal dalam menjembatani perbedaan. Karenanya, pihanya membuka ruang kepada Roemah Difabel melalui pameran lukisan.
Pameran ini dibuka oleh duta besar Perancis untuk Indonesia, pada Rabu, 11 Februari 2026, dan berakhir pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Ketua Yayasan Difabel Indonesia Hidayah Ratna dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintah yang memberikan dukungan dan perhatian terhadap bakat dan kemampuan difabel.
"Ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap difabel," ujar Ratna. (eko/redaksi)











