- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jateng Makin Dipercaya Investor, Pabrik Kemasan Kertas Asal Tiongkok Investasi di Kendal

Keterangan Gambar : Pabrik kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, berinvestasi sebesar Rp1,12 triliun di KEK Kendal dan berpeluang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Semarang, infojateng.id - Provinsi Jawa Tengah tetap dipercaya investor sebagai tempat aman berusaha, di tengah dinamika global. Teranyar, pabrik kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, berinvestasi sebesar Rp1,12 triliun di KEK Kendal dan berpeluang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu
Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, membenarkan hal itu.
Menurutnya, kondusivitas keamanan menjadi salah satu alasan penanaman modal
asing. Bahkan, investor asing mendominasi investasi di Jateng.
Buktinya, imbuh dia, pada triwulan I 2026, investasi
asing mencapai 58 persen dari total penanaman modal pada periode tersebut, yang
menembus angka Rp23,02 triliun.
Baca Lainnya :
- Pemkab dan PN Rembang Teken MoU Hadirkan Sidang Keliling Permudah Layanan Warga0
- Pekalongan Dorong Warga Penuhi Hak Imunisasi Anak Cegah Penularan Campak-Rubella0
- Rekomendasi Strategis LKPj Bupati 2025 Bakal Diterapkan di Purbalingga0
- Rembang Terapkan SPMB Online 2026 Wujudkan Transparansi dan Keadilan Akses Pendidikan0
- Pemkab Rembang Fasilitasi Pengumpulan Koper Jemaah Calon Haji0
“Banyak fasilitas yang diberikan, termasuk juga
pernyataan Bapak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa menjaga keamanan dan iklim
kondusif itu penting. Dengan itu, ketika investor masuk, keamanannya terjaga,”
ujar Sakina di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).
Ia mengatakan, fasilitas yang diberikan kepada
investor bermacam-macam, seperti tax allowance, tax holiday, hingga tax
deduction, yang diberikan ketika investor menanamkan
modalnya di kawasan ekonomi khusus.
Di samping itu, pada kawasan tersebut juga terdapat
administrator yang bertugas mengurus berbagai perizinan, sehingga investor
dapat fokus mengembangkan usahanya.
Sakina menjelaskan, Pemprov Jawa Tengah turut ambil
bagian dalam fase awal, seperti perizinan di DPMPTSP serta penerbitan
certificate of origin (asal barang) oleh Disperindag Jateng.
“PMA memang kewenangan pusat. Namun, kami juga
melakukan pendampingan ketika ada permasalahan. Kami turut memfasilitasi
komunikasi dengan berbagai kementerian,” ujar Sakina.
Selain itu, komunikasi juga dijalin dengan para
investor yang tergabung dalam asosiasi dagang masing-masing negara.
“Kesulitan teknis maupun nonteknis bisa disampaikan
untuk dicarikan solusinya. Bagi mereka, ini menjadi keunggulan yang kemudian
mendorong mereka mengajak investor lain masuk ke Jawa Tengah karena banyak
fasilitas yang diberikan,” imbuhnya.
Berdasarkan laman Sekretariat Jenderal Dewan Nasional
Kawasan Ekonomi Khusus, investasi PT Hoi Fu di KEK Kendal senilai Rp1,12
triliun. Diperkirakan, serapan tenaga kerja akan mencapai 1.000 orang.
Adapun proses peletakan batu pertama (groundbreaking)
telah dilakukan pada Sabtu (2/5/2026), dan dihadiri Sekretaris Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Masih berdasarkan sumber yang sama, kawasan tersebut
telah mencatat investasi kumulatif hingga triwulan I 2026 sebesar Rp101,93
triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang. Kondisi ini turut
mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9,00 persen
(year-on-year) (eko/redaksi)











