- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jepara Gagas Bus Karyawan, 6 Perusahaan Jadi Percontohan Daycare
Keterangan Gambar: Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Halalbihalal dengan serikat buruh di Maribu Resto, Selasa (14/4/2026).
Jepara, infojateng.id - Persoalan ketersendatan arus lalulintas di jalur strategis
kawasan industri menjadi perhatian serius Pemkab Jepara. Pengoperasian bus
karyawan menjadi salah satu opsi yang dipilih untuk mengatasi persoalan
tersebut.
Hal ini disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo
saat kegiatan Halalbihalal dengan serikat buruh di Maribu Resto, Selasa
(14/4/2026).
Menurut Witiarso, pihaknya berencana menyiapkan
bus angkutan karyawan untuk mengurangi kemacetan.
Armada yang disiapkan akan mengutamakan
kenyamanan dan kelengkapan fasilitas, dengan penentuan tarif serta titik
penjemputan yang sedang dikaji.
"Kita sudah komunikasi dengan Damri. Dan
mereka siap berapapun bus yang dibutuhkan. Ini kalau sudah jalan bisa
mengurangi kemacetan di jalur-jalur kawasan industri di Jepara,"
tandasnya.
Momentum Halalbihalal ini menjadi ajang
silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah daerah dan para pekerja
dalam memperkuat komitmen pembangunan berbasis kesejahteraan tenaga kerja.
Witiarso menegaskan, bahwa kesejahteraan pekerja
menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Salah satu langkah
konkret yang tengah dipersiapkan adalah program penyelenggaraan daycare bagi
anak-anak pekerja.
Terkait realisasi daycare, Pemkab Jepara telah
menggandeng enam perusahaan besar yang telah siap sebagai pilot project, yakni
PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia,
PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.
“Program ini bukan sekadar tempat penitipan
anak, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi penerus,”
tegasnya.
“Pemkab Jepara berkomitmen memastikan
kesejahteraan pekerja menjadi bagian dari arah pembangunan. Program daycare ini
harus kita sukseskan bersama agar dapat mendorong peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini IPM Kabupaten Jepara
masih tertinggal sekitar tiga poin dibandingkan Kabupaten Kudus. Untuk mengejar
ketertinggalan tersebut, diperlukan upaya bersama dalam meningkatkan berbagai
indikator, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Kita ingin menciptakan lingkungan yang baik
untuk anak-anak, sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat dan IPM Jepara
dapat terus naik,” tambahnya.
Berdasarkan data terbaru, IPM Jepara mengalami
peningkatan dari 74,32 menjadi 74,90. Menurut Bupati, capaian ini tidak lepas
dari kontribusi para buruh dan pekerja yang menjadi bagian penting dalam
pembangunan daerah.
Sementara itu, perwakilan serikat buruh Jepara,
Murdianto, mengapresiasi kegiatan Halalbihalal yang digelar di restoran, yang
dinilainya sebagai bentuk penghargaan terhadap buruh.
“Ini pertama kali Halalbihalal dilaksanakan di
restoran, dan ini luar biasa. Kami merasa dihargai,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap program
daycare dan transportasi karyawan. Namun demikian, pihaknya berharap adanya
keseimbangan tenaga kerja, khususnya penambahan pekerja laki-laki, agar
anak-anak tetap mendapatkan perhatian optimal dari ibu di rumah.
Selain itu, ia mengusulkan adanya jalur
alternatif untuk armada penjemputan guna mengurai kemacetan, salah satunya
melalui pengembangan jalur lingkar Mayong.
"Sepanjang bermanfaat untuk pekerja kita
dukung progam Bupati Jepara," tandasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan,
dan pekerja, diharapkan berbagai program yang dirancang dapat berjalan optimal
serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara secara berkelanjutan. (eko/redaksi)











