- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jepara Menanam Jilid II: Upaya Nyata Kurangi Lahan Kritis
Keterangan Gambar: Pemkab Jepara kembali melaksanakan Program "Jepara Menanam Jilid II Tahun 2026" dengan penanaman sebanyak 300 bibit pohon buah di Dukuh Suwengen, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jumat (24/4/2026).
Jepara, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali melaksanakan Program "Jepara Menanam Jilid II Tahun 2026" dengan penanaman sebanyak 300 bibit pohon buah di Dukuh Suwengen, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Jepara Witiarso
Utomo yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Farikhah
Elida, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan
Forkopimda Jepara, Forkopimcam, pimpinan perusahaan, BUMN dan BUMD, pemerintah
desa beserta jajaran, Perhutani, aktivis lingkungan, serta tamu undangan
lainnya.
Program Jepara Menanam merupakan langkah strategis
Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengurangi luas lahan kritis sekaligus
meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Pemerintah bersama masyarakat telah menyepakati gerakan
penanaman sebanyak 800 ribu bibit setiap tahun, dengan target mencapai 3,2 juta
pohon dalam kurun waktu empat tahun.
Berbagai jenis tanaman ditanam dalam program ini,
termasuk tanaman keras dan tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi. Dengan
demikian, kegiatan penghijauan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi
juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di Desa Somosari sendiri, tercatat terdapat lahan
kritis seluas 217 hektar. Melalui program ini, diharapkan dapat menjadi upaya
penyelamatan lingkungan, menjaga keberlangsungan sumber mata air, serta sebagai
langkah mitigasi terhadap potensi bencana longsor dan kerusakan alam yang lebih
luas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara,
Rini Padmini, menyampaikan bahwa Program Jepara Menanam akan menjadi agenda
tahunan. Penyediaan bibit dilakukan melalui persemaian DLH serta kolaborasi
dengan berbagai pihak.
“Jenis bibit yang disiapkan cukup beragam, mulai dari
tanaman keras hingga tanaman buah seperti sengon, cemara laut, ketapang,
alpukat, nangka, durian, mangga, tabebuya, matoa, dan sukun. Harapan kami,
bibit-bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dipelihara hingga tumbuh kuat
dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan,” ujar Rini.
Sementara itu, dalam sambutan Bupati Jepara yang
dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Farikhah Elida,
disampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Forkopimda,
akademisi, pegiat lingkungan, serta pihak swasta yang telah mendukung melalui program
CSR.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat
Desa Somosari atas partisipasinya dalam menjaga kelestarian alam di lereng
Muria.
“Untuk seluruh elemen masyarakat, mari kita jadikan
menanam sebagai gaya hidup. Jangan hanya semangat saat menanam, tetapi lebih
semangat lagi dalam merawat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa tanaman yang ditanam
tidak hanya berupa tanaman non-produktif, tetapi juga tanaman buah yang
memiliki nilai ekonomi. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung
bagi masyarakat yang merawatnya.
“Sehingga yang merawat bisa mendapatkan nilai ekonomi.
Jadi manfaatnya tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk masyarakat,”
tambahnya.
Melalui Program Jepara Menanam, Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (eko/redaksi)











