- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemkab Jepara dan BPS Sinergikan Desa Cinta Statistik, Ini Tujuannya
Keterangan Gambar: Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar dalam acara peluncuran program Desa Cinta Statistik di Alun-alun 1 Jepara, Jumat (24/4/2026).
Jepara, infojateng.id – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi diwujudkan melalui peluncuran program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Alun-alun 1 Jepara, Jumat (24/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Jepara
Muhammad Ibnu Hajar mewakili Bupati Witiarso Utomo, Sekretaris Daerah Ary
Bachtiar, Asisten III Sekda Florentina Budi Kurniawati, Kepala BPS Kabupaten
Jepara Isnaini, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Program ini merupakan langkah strategis dalam
mendorong perencanaan pembangunan desa yang lebih akurat, tepat sasaran, dan
berbasis data. Wakil Bupati menegaskan bahwa validitas data adalah kunci
keberhasilan kebijakan publik.
“Program ini bertujuan memastikan setiap perencanaan
pembangunan benar-benar berpijak pada data yang valid, sehingga dampaknya
dirasakan nyata oleh masyarakat,” ujar Ibnu Hajar.
Sebagai tahap awal pelaksanaan tahun 2026, Desa
Mantingan, Desa Telukawur, dan Desa Krapyak ditetapkan sebagai desa
percontohan. Ketiga wilayah tersebut nantinya menjadi model dalam pengelolaan
statistik sektoral di tingkat desa.
Komitmen bersama ini disimbolkan melalui
penandatanganan piagam pencanangan yang diserahkan kepada para petinggi desa
terkait.
Selain fokus pada statistik desa, Ibnu Hajar juga
mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang
akan digelar pada periode Mei hingga Agustus mendatang.
“Partisipasi aktif warga sangat krusial dalam
menghasilkan data yang akurat. Data yang berkualitas adalah fondasi bagi kita
dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang efektif dan berdampak luas bagi
kesejahteraan,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, dan
pemerintah desa, program Desa Cantik diharapkan mampu meningkatkan literasi
data di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat tata kelola pembangunan
daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan. (eko/redaksi)











