- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Launching Kencan Bumil, Jateng Gelorakan Kolaborasi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Keterangan Gambar: Launching Kencan Bumil dan SIM PKK Provinsi Jawa Tengah, pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026 di Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa (19/5/2026).
Blora, infojateng.id - Semangat kolaborasi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) digaungkan dalam launching Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) dan SIM (Sistem Informasi Manajemen) PKK Provinsi Jawa Tengah, pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tahun 2026 di Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa (19/5/2026).
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal
Arafah Yasin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut
sebagai penguat gerakan bersama, dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
“Marilah kita jadikan momentum HKG PKK ke-54 ini
sebagai titik balik untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara
signifikan,” ajaknya saat memberikan sambutan.
Launching Kencan Bumil bersamaan dengan SIM TP PKK,
menurut Nawal, menjadi langkah penting. Sebab, melalui SIM TP PKK, organisasi
akan lebih mudah dalam menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan isu
strategis. Salah satunya, penurunan AKI dan AKB.
“Kita me-launching SIM PKK sebagai sistem informasi
manajemen PKK supaya kita bisa menentukan skala prioritas dan merespons isu-isu
strategis yang ada di Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya usai acara.
Ia menjelaskan, melalui pemanfaatan sistem informasi,
diharapkan layanan terhadap isu strategis, khususnya kepada ibu hamil, menjadi
lebih terukur, cepat dan adaptif.
Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa
Tengah sendiri menunjukkan tren yang terus membaik. Data Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Tengah mencatat, jumlah kasus kematian ibu pada 2023 sebanyak 438
kasus, turun menjadi 427 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 337 kasus
pada 2025. Hingga Triwulan I 2026, jumlah AKI tercatat sebanyak 70 kasus.
Tren serupa juga terjadi pada angka kematian bayi.
Pada 2023 tercatat sebanyak 4.612 kasus, kemudian turun menjadi 4.326 kasus
pada 2024 dan kembali menurun menjadi 3.650 kasus pada 2025. Sementara hingga
Triwulan I 2026, jumlah AKB tercatat sebanyak 799 kasus.
Nawal mengatakan, PKK Provinsi Jawa Tengah akan fokus
pada tiga langkah utama dalam pendampingan ibu hamil, yakni penjangkauan,
peningkatan pengetahuan, dan pendampingan secara berkelanjutan.
“Bagaimana AKI ini harus kita kawal supaya angkanya
tidak tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Karena itu, tiga hal ini menjadi fokus
pendampingan pada masa kehamilan. Satu kader satu ibu hamil,” katanya.
Pendampingan tersebut, lanjutnya, tidak hanya
dilakukan selama masa kehamilan, tetapi juga hingga pasca nifas dan pengurusan
administrasi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi berbagai unsur, yang mengawal kesehatan ibu hamil.
“Ini sifatnya kolaboratif. Jadi yang pertama adalah
kader-kader kesehatan, kemudian kader pos kesehatan, lalu kader-kader PKK. Tiga
kader ini yang nanti akan berkolaborasi mengawal kesehatan ibu hamil,”
jelasnya.
Kegiatan launching berlangsung meriah dan dipadati
ribuan warga sejak pagi hari. Berbagai layanan dihadirkan, mulai dari cek
kesehatan gratis, pameran pangan, hingga pengurusan administrasi kependudukan
anak.
Pos layanan Posyandu menjadi salah satu area yang
paling ramai dikunjungi masyarakat. Antusiasme masyarakat mengunjungi posyandu
sejalan dengan fokus PKK Jawa Tengah terhadap kesehatan ibu hamil dan balita.
Nawal menjelaskan, persoalan kehamilan tidak hanya
dipengaruhi faktor medis seperti hipertensi, eklamsia, perdarahan, infeksi, dan
komplikasi lainnya, tetapi juga dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, pendidikan,
hingga rendahnya literasi kesehatan keluarga.
Selain itu, masih terdapat kesenjangan akses dan
kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita, termasuk belum optimalnya
pemeriksaan kehamilan secara rutin dan sesuai standar.
Ia juga menyoroti kelompok rentan yang memerlukan
perhatian khusus, seperti ibu hamil penyandang disabilitas, ibu hamil usia
anak, ibu hamil karena menjadi korban kekerasan seksual, kehamilan yang tidak
dikehendaki, hingga ibu hamil dengan HIV.
Karenanya, ia menandaskan, agar jangan sampai ada
kelompok yang ditinggal dalam memberikan layakan kesehatan bagi ibu hamil dan
balita.
Nawal optimistis, kolaborasi antara Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah, PKK, dan Posyandu akan mampu menekan angka kematian ibu,
angka kematian bayi, sekaligus stunting.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki kekuatan besar berupa
komitmen pemerintah, semangat gotong royong, serta jaringan kader kesehatan
yang luas, untuk mengatasi persoalan tersebut.
Berdasarkan data SIM PKK Jawa Tengah, saat ini
terdapat 212.823 unit PKK tingkat RT dan 452.426 Dasa Wisma. Selain itu, Jawa
Tengah memiliki 49.149 unit Posyandu dan 268.357 kader Posyandu bidang
kesehatan. Jumlah kader posyandu bidang kesehatan ini naik 18.725 kader,
dibanding pada 2025.
“Kunci keberhasilan gerakan ini adalah kolaborasi dan
inklusif. Kader menjadi ujung tombak di masyarakat, tenaga kesehatan sebagai penjamin
mutu layanan, pemerintah daerah sebagai penguat kebijakan, dan keluarga sebagai
sistem pendukung utama bagi ibu hamil,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin
Maimoen menilai edukasi menjadi hal penting dalam pendampingan ibu hamil.
Menurutnya, program Kencan Bumil dapat meningkatkan pemahaman masyarakat
mengenai kesehatan ibu hamil dan langkah penanganannya.
“Dengan adanya Kencan Bumil masyarakat lebih
teredukasi, pentingnya mengetahui bagaimana penanggulangannya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Blora Arief Rohman
menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Blora terhadap program-program
prioritas PKK.
“Kami berharap keberadaan PKK ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Semoga sinergi antara pemerintah kabupaten se-Jawa Tengah dengan pemerintah provinsi dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Blora,” pungkasnya. (eko/redaksi)











