- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Melalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan ucapan selamat kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan Pemprov Jateng, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (27/4/2026).
Semarang,
infojateng.id – Gubernur Jawa
Tengah Ahmad Luthfi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Pejabat
Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional Ahli Utama di lingkungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang
pada Senin (27/4/2026).
Total ada 27 pejabat yang dilantik;
terdiri atas 26 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu Pejabat Fungsional
Ahli Utama. Dari jumlah tersebut, 13 pejabat mendapatkan promosi dan 13 pejabat
mengalami pergeseran atau mutasi.
“Mutasi atau rotasi adalah hal yang wajar.
Untuk kesegaran organisasi itu sendiri. Sehingga birokrasi kita bisa sehat,
berdaya guna, sehingga bermanfaat bagi masyarakat banyak,” kata Ahmad Luthfi
dalam sambutannya.
Baca Lainnya :
- Komunitas Merajut Langkah Resmi Diluncurkan, Dorong Kolaborasi Pemuda dan Kepemimpinan Perempuan 0
- Putri Wagub Jateng Juara Lomba Robotik Nasional 20260
- PMI Cilacap Gelar Operasi Katarak Gratis, Sasar Warga Kurang Mampu0
- Polisi Surakarta Ukir Prestasi di Ajang Internasional Taekwondo Jepang0
- Gubernur Jateng Bersama Daerah Lain Bakal Kumpul Bahas Kerja Sama Pangan dan Energi0
Ia menegaskan, jabatan merupakan amanah
yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada diri sendiri maupun kepada Tuhan
Yang Maha Esa. Karena itu, para pejabat diminta bekerja dengan integritas,
profesionalitas, dan memberi nilai tambah bagi organisasi.
“Jabatan apapun yang kita emban adalah
suatu amanat yang harus kita pertanggungjawabkan kepada diri sendiri maupun
kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Luthfi menegaskan, pelantikan tersebut
telah melalui mekanisme merit system (sistem merit) dan telah diverifikasi
Badan Kepegawaian Negara atau BKN. Menurutnya, proses tersebut menjadi dasar
legitimasi pengangkatan jabatan para pejabat yang dilantik.
Ia juga menegaskan tidak ada praktik
titipan dalam proses pengisian jabatan tersebut. Prinsip itu, kata dia, harus
menjadi patokan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik.
“No titip-titip, no jasa penitipan. Ini
tolong jadikan patokan kita, sehingga kita nanti menganut adanya clear dan good
governance,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi
meminta para pejabat baru, terutama kepala organisasi perangkat daerah (OPD)
agar tidak terjebak pada birokrasi yang panjang dan melelahkan. Menurutnya,
birokrasi harus hadir untuk melayani, bukan sekadar menjalankan urusan
administratif.
“Kami pengin birokrasi kita itu melayani,”
tandasnya.
Ia meminta kepala OPD yang baru dilantik
segera melakukan perubahan di unit kerja masing-masing. Para pejabat diminta
memotong jalur birokrasi yang tidak efektif, terutama yang berkaitan langsung
dengan pelayanan masyarakat.
Luthfi juga menekankan pentingnya respons
cepat terhadap keluhan masyarakat. Ia meminta agar tidak ada keluhan publik
yang dibiarkan terlalu lama tanpa jawaban.
“Sehingga tidak ada lagi komplain publik
dari masyarakat. 1x24 jam harus terjawab
dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat,” katanya.
Seluruh fungsi pelayanan pemerintah,
lanjut dia, mulai dari kesehatan, infrastruktur, hingga urusan pemerintahan
daerah, harus mampu mereduksi keluhan masyarakat. Kritik dari publik juga harus
diterima sebagai masukan untuk memperbaiki kinerja.
Luthfi menakankan, pejabat yang baru
dilantik harus langsung membawa nilai tambah dan perubahan setelah kembali ke
unit kerja masing-masing. Meski orang yang mengisi jabatan bisa berganti,
birokrasi harus tetap berjalan dan semakin baik.
Ia juga menyinggung capaian Jawa Tengah
yang dinilai baik berkat kolaborasi antarlembaga dan OPD. Menurutnya,
kolaborasi tersebut harus terus diperkuat agar kinerja pembangunan dan
pelayanan publik semakin meningkat.
Sebagai informasi, sejumlah pejabat yang
dilantik pada kesempatan itu lain
Muhammad Masrofi sebagai Kepala Bapenda, Harso Susilo sebagai Kepala Badan
Kesbangpol, Dwianto Pryonugroho sebagai Kepala BPKAD, serta Yusmanto sebagai
Kepala Bappeda.
Pada jajaran kepala dinas, Widi Hartanto
dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dr. Zulfachmi Wahab sebagai
Kepala Dinas Kesehatan, Aria Chandra Destianto sebagai Kepala Dinas Kepemudaan
dan Olahraga, Lilik Henry Ristanto sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika
dan Digital, serta Heru Djatmika sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan.
Sementara itu, jabatan kepala biro diisi
Yasip Khasani sebagai Kepala Biro Organisasi, Edy Iswanto sebagai Kepala Biro
Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama, Syamsudin Isnaini sebagai Kepala
Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan, Laksono Dewanto sebagai
Kepala Biro Umum, serta Johan Hadiyanto sebagai Kepala Biro Perekonomian.
Selain itu, Urip Sihabudin dilantik
sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Agung Hariyadi sebagai Sekretaris
DPRD Jateng, dan Hanung Cahyo Saputro sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang
Pemerintahan, Hukum dan Politik.
Adapun sejumlah jabatan direktur dan wakil
direktur rumah sakit daerah juga turut diisi, antara lain RSUD Dr. Moewardi,
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD dr. Adhyatma MPH, RSJD Dr. RM
Soedjarwadi, RSJD dr. Amino Gondohutomo, dan RSJD Dr. Arif Zainudin.
Satu pejabat lainnya, Dyah Lukisari, dilantik dalam Jabatan Fungsional Analis Ketahanan Pangan Ahli Utama pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (eko/redaksi)











