- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemkot Magelang Tekankan Penguatan SDM dan Daya Saing Ekonomi yang Inklusif
Keterangan Gambar: Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat kota, di Pendopo Pengabdian, Selasa (31/3/2026). Dok. Prokompim Kota Magelang
Manila, infojateng.id - Pembangunan Kota Magelang pada 2027 akan ditekankan pada pengembangan sektor perdagangan dan jasa, penguatan sumber daya manusia, dan daya saing ekonomi yang inklusif.
Sejumlah prioritas strategis disiapkan, agar
pembangunan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Magelang Damar
Prasetyono, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota,
di Pendopo Pengabdian, Selasa (31/3/2026).
Forum itu menjadi tahapan penting dalam penyusunan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
“Fokus prioritas tahun 2027 meliputi peningkatan
kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor perdagangan dan jasa,
daya saing SDM, kesempatan kerja serta penurunan ketimpangan,” ujar Damar.
Selain itu, Pemkot Magelang juga menitikberatkan
pada penguatan kondusivitas daerah berbasis harmoni sosial, pembangunan
infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan, ketahanan pangan dan lingkungan
hidup, serta reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
Menurut Damar, keberhasilan target tersebut
membutuhkan kolaborasi lintas sektor, melalui pendekatan hexahelix.
“Diperlukan semangat kolaborasi tidak hanya
pemerintah, tetapi juga pengusaha, akademisi, masyarakat, media, dan regulasi/
hukum,” katanya.
Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu
menyampaikan, tema RKPD 2027 adalah penguatan SDM dan daya saing ekonomi kota
yang inklusif.
“Prioritas pembangunan difokuskan pada peningkatan
kinerja di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, SDM, hingga infrastruktur dan
tata kelola pemerintahan,” jelas dia.
Handini menyebut, target kinerja 2027 antara lain
pertumbuhan ekonomi sekitar 5,16 %, tingkat kemiskinan 4,70–5,09 %, tingkat
pengangguran terbuka 4,04–4,52 %, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 83,57.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda)
Kota Magelang Larsita menambahkan, Musrenbang merupakan wadah untuk
menyelaraskan prioritas pembangunan daerah, dengan aspirasi masyarakat serta
pokok-pokok pikiran DPRD.
Musrenbang tersebut untuk membahas dan menyepakati
rancangan RKPD Kota Magelang Tahun 2027, menyelaraskan prioritas pembangunan
daerah dengan hasil musrenbang, hasil FGD dan konsultasi publik.
“Forum ini juga untuk mengintegrasikan pokok-pokok pikiran DPRD ke dalam RKPD, menyinkronkan kebijakan pembangunan daerah dengan provinsi dan nasional, serta menetapkan prioritas dan program pembangunan Kota Magelang Tahun 2027,” papar Larsita. (eko/redaksi)











