- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemprov Jateng Terima Hibah Alat Pengolah Air Siap Minum dari Udara

Keterangan Gambar : Pemprov Jawa Tengah menerima hibah berupa Alat Penghasil Air Minum Melalui Udara "ToyaKU", dari Universitas Dian Nuswantoro di komplek kantor Gubernur Semarang, Selasa (5/5/2026).
Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menerima hibah berupa Alat Penghasil Air Minum Melalui Udara "ToyaKU", dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Alat tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air siap minum tanpa bergantung sumur, sungai, atau jaringan PDAM.
Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj
Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah
Sumarno, menerima hibah tersebut. Sekda pun tak segan mencoba langsung air
minum yang dihasilkan dari ToyaKU.
Mewakili Pemprov Jateng, sekda menerima hibah berupa
satu unit ToyaKU yang diserahkan langsung oleh Rektor Prof Dr Pulung Nurtantio
Andono, di komplek kantor Gubernur Semarang, Selasa (5/5/2026).
Baca Lainnya :
- Bupati Agus Panen Kentang di Selo, Dukung Program Kedaulatan Pangan Nasional0
- Dibekuk Persija 2-0, Pelatih Persijap Mario Lemos Akui Timnya Bermain Buruk0
- Pemkab Rembang Luncurkan Educare, Dorong Transformasi Digital Layanan Pendidikan0
- Jateng Makin Dipercaya Investor, Pabrik Kemasan Kertas Asal Tiongkok Investasi di Kendal0
- Pemkab dan PN Rembang Teken MoU Hadirkan Sidang Keliling Permudah Layanan Warga0
"Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang
melakukan inovasi untuk ToyaKU ini. Ini luar biasa karena menangkap air dari
udara. Tadi saya mencoba airnya segar," kata Sumarno, usai acara.
Menurutnya, air ToyaKU tidak berbeda dengan air yang
bersumber dari mata air. Dia berterima kasih kepada Udinus yang sudah
memberikan kontribusi untuk masyarakat Jawa Tengah.
Terlebih, saat ini menjelang musim kemarau. Sumarno
mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau panjang akan terjadi mulai
bulan Juni.
"Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti
ini juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air utamanya air
bersih di musim kemarau nanti," imbuhnya.
Sumarno berharap, agar teknologi tersebut
dikembangkan, sehingga dapat diperbanyak unitnya. Sehingga daerah yang
mengalami kesulitan air bersih atau daerah yang tidak memiliki mata air, bisa
teratasi.
Sementara itu, Prof Pulung, sapaan akrab Rektor
Udinus, dalam sambutannya menjelaskan, ToyaKU adalah Smart Atmosphere Water
Federation yang lahir dari riset mahasiswa Udinus.
Keunggulannya, berupa kemandirian sumber daya yaitu
memanen air langsung dari udara yang sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan
dan IoT (Internet of Things).
"Insyaallah kesehatannya terjamin karena sudah
diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," jelasnya.
Ditemui usai acara, Pulung mengatakan riset yang
diciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus. Namun, bisa lebih
bermanfaat untuk masyarakat.
Melalui hibah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng,
dia berharap riset tersebut bisa dimannfaatkan untuk masyarakat sekitar.
"Kami
percaya bahwa Pemprov Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara
maksimal," ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan air minum saat ini menjadi
tantangan bagi pemerintah. Terutama daerah yang kesulitan air bersih pada saat
terjadi musim kemarau.
Pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk
ToyaKU. Namun demikian, air yang dihasilkan dari ToyaKU sudah memiliki
sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Adapun kemampuan
ToyaKU memproduksi air, sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam.
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono
Dewanto memberikan apresiasi terhadap hibah ToyaKU dari Udinus untuk Perovinsi
Jawa Tengah. Terobosan tersebut serupa dengan dispenser yang menyerap oksigen
untuk diolah menjadi air layak minum.
Alat hibah dari Udinus ini, kata dia, akan ditempatkan
di public space Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"ToyaKU ini akan kami tempatkan di public space,
di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu
yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan
ToyaKU," pungkas Laksono. (eko/redaksi)











