- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Penanaman 1.000 Mangrove Perkuat Benteng Pesisir Kota Pekalongan
Keterangan Gambar: Puluhan murid MAN 1 Kota Pekalongan menanam seribu bibit mangrove, di kawasan pesisir Pekalongan, baru-baru ini. Dok. Dinkominfo Kota Pekalongan
Kota Pekalongan, infojateng.id - Puluhan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan dan perwakilan organisasi madrasah setempat, menanam seribu bibit mangrove, di kawasan pesisir Pekalongan, baru-baru ini.
Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar,
menegaskan, penanaman mangrove tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan,
demi menjaga kelestarian ekosistem pesisir pantai.
Menurutnya, mangrove memiliki peran
penting untuk mengurangi abrasi yang selama ini menjadi ancaman serius bagi
wilayah pesisir Pekalongan. Selain itu, mangrove juga berfungsi memperbaiki
kualitas lingkungan pantai dengan menyerap karbondioksida, serta menghasilkan
oksigen.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan
bagian dari komitmen MAN 1 Kota Pekalongan sebagai sekolah Adiwiyata, yang
aktif menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Sebagai sekolah Adiwiyata, ini menjadi
bukti bahwa kami tidak bekerja sendiri, tetapi bersama masyarakat. Kolaborasi
ini penting, agar upaya pelestarian lingkungan bisa berjalan lebih luas dan
berkelanjutan,” tegas Mimbar.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan
implementasi dari program Ecotheology yang dicanangkan Kementerian Agama.
Program tersebut mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, dengan kepedulian
terhadap lingkungan hidup.
Disampaikan, penanaman mangrove ini
sekaligus menjadi bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan siswa, yang bertujuan
membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan.
“Kami optimistis dapat berkontribusi
dalam menciptakan pesisir yang lebih hijau, lestari, dan tangguh menghadapi
perubahan iklim,” bebernya.
Salah satu murid sekolah tersebut,
Muhammad Rasya, mengatakan, pengalaman ini memberinya pemahaman baru, tentang
pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
“Sangat senang bisa ikut langsung. Kami
jadi tahu kondisi pesisir yang rentan terhadap abrasi dan rob. Dengan menanam
mangrove, kami berharap pantai kita tidak terus terkikis. Semoga bibit yang
ditanam hari ini, bisa tumbuh besar dan bermanfaat,” ungkap Rasya.
Dia berharap, aksi penanaman mangrove
ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya mitigasi bencana abrasi, sekaligus
mendukung program penghijauan pesisir secara nasional.
“Mudah-mudahan, ke depan, kegiatan
serupa direncanakan akan terus dilakukan, secara berkelanjutan, dengan
melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” pungkasnya.
Penata Layanan Operasional Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Ersa, mengapresiasi langkah yang
dilakukan oleh MAN 1 Kota Pekalongan.
Ia menuturkan fungsi dari mangrove, baik
secara ekologis, sosial, maupun ekonomi.
“Mangrove bisa menyerap polutan dan
menghasilkan oksigen yang segar. Selain itu, mangrove juga memiliki fungsi
ekologis untuk menahan abrasi, serta menjadi habitat bagi keanekaragaman
hayati. Dari sisi sosial ekonomi, mangrove juga memberikan manfaat bagi
masyarakat sekitar,” jelas Ersa.
Ersa menambahkan, keberadaan mangrove
dapat menjadi benteng alami dalam menghadapi potensi bencana, seperti gelombang
tinggi maupun angin kencang. (eko/redaksi)











