- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Perkuat Sektor Pariwisata Jateng, Kiprah Pengusaha Hotel dan Restoran Digenjot

Keterangan Gambar : Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri pembukaan Rakornas I PHRI di Hotel PO, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).
Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah membangun kolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di wilayahnya untuk memperkuat sektor pariwisata.
Sebab, hotel dan restoran memiliki kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.
Baca Lainnya :
- Tangani Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Kerahkan Pompa hingga Salurkan Logistik Ratusan Juta0
- Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal Dikebut, Pemprov Jateng Kaji Geologi Lahan Huntara0
- Pemprov Jateng Butuh Peran Aktif Mahasiswa Atasi Persoalan Kemasyarakatan0
- Warga Terdampak Tanah Bergerak Tegal Dipastikan Bisa Kembali Hidup Layak0
- 24 Hari Pencarian Yazid di Bukit Mongkrang Berakhir Duka, Sekda Jateng: Keluarga Sudah Ikhlas0
Apalagi, sektor ini membawa multiplier effect terhadap perdagangan, transportasi, UMKM, dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Tercatat, kontribusi sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah terus meningkat. Pada 2023, kontribusi sektor ini sekitar 3,41 %, kemudian pada 2025 meningkat menjadi 3,74 %.
Melihat catatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menaruh harapan kepada PHRI untuk ikut berkontribusi menyokong pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya.
Apalagi sektor pariwisata akan menjadi fokus pembangunan Jawa Tengah pada 2027 mendatang. Sehingga ia ingin sektor perhotelan dan restoran bisa berjalan dan tumbuh bersama. "Ini adalah tantangan dan pekerjaan rumah bagi rekan-rekan sekalian. Bagaimana agar investasi, khususnya di sektor hotel dan restoran ini menjadi yang utama," kata Luthfi saat menghadiri pembukaan Rakornas I PHRI di Hotel PO, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik, termasuk adanya 1.000 desa wisata yang tersebar di 35 daerah. Destinasi wisata baru juga terus didorong untuk dikembangkan, seperti wisata ramah muslim yang memerlukan jaminan halal dalam penyajian makanan dan restorannya.
Kemudian ada juga aglomerasi wisata meliputi Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening yang saat ini sedang digarap. "Tentu ini perlu tugas-tugas kolaboratif, termasuk dengan Bapak-ibu (anggota PHRI) di sini," ujarnya.
Konsep aglomerasi udah dicontohkan oleh tujuh kabupaten/kota di Soloraya saat menggelar Soloraya Great Sale tahun 2025 lalu. Tak tanggung-tanggung, melalui konsep tersebut raupan transaksi di semua sektor mencapai Rp10,7 triliun dalam waktu satu bulan. Dalam kurun waktu itu juga okupansi hotel dan penginapan di Soloraya penuh.
"Ini yang coba kami ciptakan dan mungkin menjadi gambaran dan dasar dalam menyukseskan pembangunan nasional," katanya.
Sementara itu, dalam acara tersebut juga hadir Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta sejumlah tokoh lainnya termasuk Ketua Kadin.
Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana menyampaikan bahwa sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum menunjukkan kinerja yang sangat baik, laju pertumbuhannya mencapai 7,41 %. Atas laju pertumbuhan itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum berkontribusi sebesar 0,24 % terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025.
"Kami optimistis, kontribusi pariwisata terhadap PDB akan terus meningkat dan mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan. Apresiasi kami kepada pelaku usaha hotel dan restoran atas dukungannya untuk mengembangkan pariwisata Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya. (eko/redaksi)











