- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pesta Lomban Larung Kepala Kerbau di Jepara Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Keterangan Gambar : Prosesi larung kepala kerbau dalam rangka Pesta Lomban Syawalan di Perairan Jepara, Sabtu (28/3/2026).
Jepara, infojateng.id - Bule Jerman Hingga Awak Kapal Perang Menjangan
Ikut Meriahkan Larung Kepala Kerbau Lomban Syawalan Jepara
Ribuan warga Jepara maupun luar daerah serta bule
mancanegara hingga Kapal Perang Pulau Menjangan ikut memeriahkan larung kepala
kerbau perhelatan Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026, Sabtu (28/3/2026).
Larung kepala kerbau yang dilanjutkan dengan
Festival Kupat Lepet menjadi puncak rangkaian Pesta Lomban Syawalan Jepara
tahun ini.
Baca Lainnya :
- Pesta Lomban Larung Kepala Kerbau di Jepara Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara0
- Ciamik, Semarang dan Kendal Bakal Olah Sampah Jadi Listrik 0
- Menteri PPPA Minta RBI Cilacap Jadi Penguat Program DRPPA0
- Peringatan Hari Jadi ke-170 n Cilacap Ditandai dengan Semaan Al-Quran dan Ziarah Makam0
- Wapres Gibran Minta Peternak Sapi Selesaikan Masalah PMK0
Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah terlihat
di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto hingga perairan sekitar.
Puluhan kapal nelayan dipenuhi warga dari berbagai
elemen yang turut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau bule ke tengah
laut. Tradisi ini menjadi momen yang paling dinanti dalam perayaan tahunan
tersebut.
Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wabup M Ibnu Hajar
dan Forkompinda Jepara serta sejumlah anggota DPR RI dan DRPD Jateng ikut
berbaur dengan warga mengikuti prosesi larungan kepala kerbau ini.
Suasana kian meriah saat miniatur kapal berisi
kepala kerbau hendak diturunkan ke tengah laut. Sejumlah warga hendak berebut
kepala kerbau itu. Untung saja, aksi sigap petugas gabungan berhasil
meredamnya.
Namun saat miniatur kapal kepala kerbau itu sudah
benar-benar dilarung, warga langsung menceburkan diri ke laut. Mereka berebut
kepala kerbau itu.
Salah satu bule yang ikut memeriahkan tradisi
Lomban Syawalan Jepara adalah Maria Gracya Ina. Bule asal Jerman ini sengaja
datang bersama suaminya Lido untuk menyaksikan tradisi turun temurun warga
pesisir Jepara ini.
"Menarik sekali tradisi sedekah laut ini.
Karena di era modern, tapi tradisi budaya seperti masih hidup dan lestari. Ini
saya juga ikut memposting kemeriahan tradisi ini lewat media sosial," kata
bule asal Jerman ini dengan bahasa Indonesia.
Salah satu wisatawan asal Jakarta, Rita (35), juga
mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati wisata bahari
Karimunjawa dan juga tradisi budaya khas Jepara. Ia bahkan telah menantikan
momen ini sejak dua hari sebelumnya.
“Beberapa kali ke Jepara, mas. Tapi ini kali
pertama setelah Lebaran. Ternyata banyak tradisi budaya di sini. Saya jadi
antusias juga menontonnya, seru banget sih,” tuturnya.
Rita juga mengaku berencana kembali lagi tahun
depan untuk menyaksikan kemeriahan yang sama.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo
menyampaikan prosesi Larungan Kepala Kerbau merupakan bagian penting dari
rangkaian Pesta Lomban yang sarat makna.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Lomban
Syawalan Jepara 2026 berjalan lancar. Prosesi ini menjadi bentuk ungkapan rasa
syukur, doa, dan harapan agar laut tetap memberikan keberkahan, keselamatan,
serta hasil yang melimpah bagi masyarakat Jepara, khususnya para nelayan,”
jelas Witiarso.
Ia menambahkan, tradisi ini telah berlangsung
sejak lama, bahkan lebih dari satu abad, dan menjadi kekayaan budaya yang tidak
hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta
identitas masyarakat pesisir Jepara.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi keberkahan bagi
kita semua, khususnya masyarakat Jepara,” pungkasnya.
Tahun depan, pihaknya berencana menjadikan tradisi
Lomban Syawalan Jepara lebih menarik. Rencananya, di sepanjang TPI Ujungbatu
akan digelar sejumlah atraksi air untuk menghibur warga yang tidak ikut
melarung kepala kerbau ke tengah laut.
Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan lagi
kapal perang TNI AL untuk ikut menyemarakkan tradisi budaya ini.
"Bule-bule asing juga akan kita ajak. Tradisi
budaya khas Jepara ini juga layak diangkat agar lebih mendunia. Ini juga bagian
komitmen kita nguri-nguri budaya tradisi Jepara," tandasnya.











