- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Polres Klaten Bangun Jembatan Presisi di Karangnongko Pascabencana
Keterangan Gambar: Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi saat meninjau pembangunan Jembatan Presisi di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Selasa (7/4/2026).
Klaten, infojateng.id - Polres
Klaten mulai membangun Jembatan Presisi di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko,
Kabupaten Klaten sebagai upaya mendukung aksesibilitas dan pemulihan
infrastruktur pascabencana.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama
yang melibatkan unsur Forkopimcam serta masyarakat Desa Gumul, Selasa (7/4/2026).
Jembatan yang dibangun ini merupakan penghubung vital
antara Dukuh Bale Rejo dan Geneng yang sebelumnya terdampak bencana pada
Februari lalu.
Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu
memperlancar mobilitas warga, khususnya dalam mendukung aktivitas pendidikan
dan perekonomian masyarakat.
Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menegaskan bahwa
pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam membantu
masyarakat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur yang memiliki peran penting
bagi kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut
ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan agar dapat segera
dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, desain jembatan juga telah disesuaikan
agar lebih fungsional dibanding sebelumnya.
“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang
insyaallah kami targetkan satu sampai dua bulan sudah bisa dipergunakan oleh
masyarakat. Jembatan dibuat lebih lebar sekitar 3,5 meter sehingga bisa dilalui
kendaraan roda empat dan layout-nya dibuat miring agar memudahkan manuver
kendaraan,” ungkap AKBP Moh. Faruk Rozi.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan
pemerintah setempat untuk bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan jembatan
setelah selesai dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, kapolres menyebutkan bahwa pembangunan
jembatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Polres Klaten dalam
melakukan revitalisasi infrastruktur di berbagai wilayah.
“Polres Klaten telah melaksanakan pembangunan dan
revitalisasi lima jembatan di beberapa wilayah. Harapannya, jembatan ini bisa
dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perekonomian masyarakat serta
dijaga bersama agar tetap awet,” harapnya.
Sementara itu, Camat Karangnongko Erni Kusumawati
menyampaikan apresiasi atas kontribusi Polres Klaten dalam pembangunan jembatan
tersebut.
Ia menilai kehadiran jembatan ini akan memberikan
dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat akses
antarwilayah.
Erni juga menekankan bahwa efisiensi waktu perjalanan
yang dihasilkan dari pembangunan jembatan akan berpengaruh langsung terhadap
aktivitas ekonomi masyarakat.
“Insyaallah itu bisa memberikan manfaat yang besar
karena jembatan ini merupakan akses pendidikan dan juga akses untuk
meningkatkan perekonomian. Karena mempersingkat waktu perjalanan sekitar 10
menit. Kalau di bidang ekonomi 10 menit itu sangat berarti,” ujar Erni.
Pihaknya juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat
untuk turut menjaga serta memanfaatkan jembatan tersebut dengan baik setelah
selesai dibangun. Hal ini penting agar keberadaan jembatan dapat memberikan
manfaat maksimal dan berkelanjutan. (eko/redaksi)











