- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bupati Boyolali Buka Rakor Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak 2026
Keterangan Gambar: Bupati Boyolali Agus Irawan Menandatangani evaluasi KLA tahun 2026, DP2KBP3A setempat, Selasa (7/4/2026). Dok. Pemkab Boyolali
Boyolali, infojateng.id - Dinas
Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Rapat
Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas KLA.
Rakor dalam rangka persiapan evaluasi Kabupaten/Kota
Layak Anak (KLA) tahun 2026 itu, dibuka oleh Bupati Boyolali Agus Irawan di
Ruang Cempaka Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Selasa (7/4/2026).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali M. Syawalludin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali Waluyo Jati menyampaikan, evaluasi KLA ini merupakan tanggungjawab bersama dengan berkolaborasi dan mengintegrasikan komitmen antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan aman, nyaman dan kondusif guna mempersiapkan generasi Kabupaten Boyolali yang lebih baik.
"Kami mohon dukungan, support dari berbagai pihak agar evaluasi Kabupatan Layak Anak tahun 2026 ini berjalan dengan baik, sehingga mampu menyajikan data dan dokumen yang menggambarkan bahwa Kabupaten Boyolali betul-betul menjadi Kabupaten Layak Anak," harap Waluyo.
Sementara itu, Bupati Agus mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bekerja sama dengan berbagai lembaga masyarakat dan pelaku usaha berupaya menyelenggarakan dan mengembangkan pembangunan dengan mengintegrasikan potensi sumber daya manusia, keuangan, sarana prasarana, metode, dan teknologi yang menunjang tumbuh kembang anak.
Namun demikian, lanjutnya, dengan kemajuan teknologi saat ini, mengingatkan betapa penting peran orang tua dan keluarga, serta para tokoh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Terlebih, masih sering terjadi dalam dunia pendidikan, kasus kekerasan seperti bullying.
"Inilah yang harus kita sikapi bersama, kita harus carikan solusi, bagaimana kita bisa menciptakan situasi kondisi yang nyaman untuk tumbuh kembang anak, baik itu di lingkungan keluarga, masyarakat sampai sekolah," ujar Agus.
Dia menekankan, pentingnya anak-anak sebagai aset berharga bagi masa depan Kabupaten Boyolali maupun negara Indonesia. Untuk itu diperlukan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak-anak tersebut.
"Perlu kita ingat bersama, aset sebuah kabupaten, aset sebuah negara, itu tidak hanya aset yang berupa pembangunan fisik, tidak hanya berupa kemajuan kabupaten, tapi anak-anak kita generasi muda penerus kita, itu adalah aset yang sangat penting sekali untuk memajukan kabupaten bahkan untuk memajukan negara kita," tandasnya.
Usai membuka rakor, pada kesempatan itu Bupati Agus juga menandatangani Komitmen Bersama Kabupaten Layak Anak, yang juga ditandatangani oleh seluruh Kepala OPD beserta para pemangku kepentingan di Kabupaten Boyolali. (eko/redaksi)











