- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bupati Witiarso Ajak Perkuat Sinergi Menuju Jepara MULUS
Keterangan Gambar: Bupati Jepara Witiarso saat menghadiri acara halalbihalal bersama PD Muhammadiyah dan PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara di Gedung Wanita Jepara, Selasa (7/4/2026).
Jepara, infojateng.id - Bupati Jepara Witiarso Utomo mengajak memperkuat sinergi
menuju Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS).
Hal itu disampaikan bupati saat menghadiri acara
halalbihalal bersama PD Muhammadiyah dan PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten
Jepara di Gedung Wanita Jepara, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka mempererat
silaturahmi pasca Idulfitri 1447 Hijriah ini juga dihadiri Wakil Bupati Jepara,
Muhammad Ibnu Hajar dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh
agama, pengurus Muhammadiyah dan NU, serta lintas agama di Kabupaten Jepara.
Rangkaian acara meliputi pembukaan, pembacaan
ayat suci Al-Qur’an, tahlil dan doa, santunan anak yatim, sambutan, hingga
tausiyah keagamaan.
Dalam sambutannya, Witiarso menegaskan bahwa
pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan
membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama dan
tokoh agama.
“Jepara ini tidak dibangun oleh pemerintah saja,
tetapi dibangun bersama seluruh elemen masyarakat, terutama para ulama dan
tokoh agama,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya mewujudkan
visi pembangunan Jepara MULUS, yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan
ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menjunjung tinggi nilai religius,
kerukunan, dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
Menurut dia, nilai religius harus hadir nyata
dalam praktik pemerintahan dan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar tertulis
dalam dokumen perencanaan.
Witiarso turut memaparkan sejumlah capaian
pembangunan di Jepara dalam satu tahun terakhir. Di antaranya, peningkatan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,32 pada 2024 menjadi 74,90 pada 2025.
Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan
dari 6,09 % menjadi 5,79 %, serta peningkatan pendapatan per kapita dari Rp32,9
juta menjadi Rp33,93 juta per tahun.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian
tersebut belum cukup tanpa dukungan dan doa dari para ulama dan tokoh agama.
“Capaian ini tidak akan berarti tanpa doa,
arahan, dan pengawalan dari para kiai, ulama, dan tokoh agama. Kami berharap
Jepara terus dikawal bersama,” tambahnya.
Bupati juga membuka ruang seluas-luasnya bagi
masyarakat untuk memberikan masukan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.
“Kalau ada langkah kami yang perlu diperbaiki,
mohon diingatkan. Jika ada kebijakan yang perlu disempurnakan, kami terbuka
untuk menerima masukan,” tegasnya.
Di akhir acara, Bupati dan Wakil Bupati Jepara
turut memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk
kepedulian sosial.
Selain itu, keduanya juga berinteraksi langsung
dengan pelaku UMKM yang membuka lapak di lokasi kegiatan dengan membeli
produk-produk mereka sebagai upaya mendukung perekonomian masyarakat.
Melalui momentum halal bihalal ini, diharapkan
sinergi antara pemerintah daerah, Muhammadiyah, NU, dan seluruh elemen
masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan
Kabupaten Jepara MULUS. (eko/redaksi)











