- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Rembang Siapkan 27 Embung Tambahan untuk Hadapi Kemarau

Keterangan Gambar : Pemkab Rembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan pembangunan 27 embung tambahan di berbagai wilayah. Dok. Dinkominfo Rembang
Rembang, infojateng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan menyiapkan pembangunan 27 embung tambahan di berbagai wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air
pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Penguatan infrastruktur air tersebut menjadi bagian
dari komitmen Pemkab Rembang dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah
potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Baca Lainnya :
- Jemaah Calon Haji Asal Rembang Diberangkatkan, Ini Pesan Wabup0
- Revisi RTRW Dinilai Penting untuk Hadapi Tantangan Masa Depan0
- Pantai Indah Layur Rembang Jadi Primadona Wisatawan0
- Bupati Rembang Tetapkan Puskesmas Kragan II Jadi Rumah Sakit0
- Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Terbongkar, Kapolresta: Lindungi Korban dan Usut Tuntas0
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten
Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini ketersediaan
air dari embung yang sudah ada diharapkan masih mampu mencukupi kebutuhan masa
tanam kedua (MT2).
“Harapan kami, dengan masih adanya hujan di beberapa
waktu terakhir, embung-embung ini bisa terisi kembali meskipun belum optimal,”
ujar Agus, Kamis (7/5/2026).
Dia menjelaskan, sebanyak 25 embung akan dibangun
melalui dukungan anggaran APBN dengan pola swakelola bersama kelompok tani.
Sementara itu, dua embung lainnya akan dibangun
melalui APBD Kabupaten Rembang sebagai bentuk dukungan penguatan infrastruktur
pertanian daerah.
Selain pembangunan embung, Pemkab Rembang juga akan
menambah irigasi perpompaan (IRPOM) di sejumlah wilayah untuk memperkuat suplai
air bagi lahan pertanian yang rawan mengalami kekeringan.
“Harapan kami permasalahan kekurangan air di musim
kemarau, apalagi kemarau tahun ini yang diprediksi cukup panjang bisa terbantu
dengan prasarana air yang kami sebutkan tadi,” ungkapnya.
Dintanpan mencatat beberapa wilayah mulai mengalami
penurunan ketersediaan air, khususnya pada lahan tadah hujan di wilayah Rembang
kota dan Kecamatan Sumber. Karena itu, langkah mitigasi terus dilakukan agar
produktivitas pertanian tetap terjaga pada masa tanam kedua.
“Ini menjadi PR kami untuk memastikan tanaman di
sekitar sumber air tetap bisa bertahan dan dipanen pada MT2,” tambah Agus.
Selain penguatan infrastruktur air, Pemkab Rembang
juga meningkatkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian sebagai
langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu
kemarau lebih panjang.
Ke depan, Pemkab Rembang juga mempertimbangkan
pengembangan program asuransi pertanian, khususnya untuk komoditas padi.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi petani dari
risiko gagal panen akibat kekeringan. (eko/redaksi)











