- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Semangat Gotong Royong Demi Wujudkan Rumah Layak di Jateng

Keterangan Gambar : Pemprov Jawa Tengah kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyalurkan bantuan perbaikan RTLH kepada 111 penerima manfaat dengan total nilai Rp2.143.020.000.
Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melakukan gotong royong atau berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk mewujudkan hunian layak bagi warganya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).
Kolaborasi untuk mewujudkan itu antaranya dilakukan
dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah. Pada 2026, Baznas Jateng
menyalurkan bantuan perbaikan RTLH kepada 111 penerima manfaat dengan total
nilai Rp2.143.020.000.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen
mengatakan, program perbaikan RTLH bukan hanya tentang membangun fisik rumah,
tetapi juga menghadirkan kembali harapan dan martabat bagi masyarakat penerima
manfaat.
Baca Lainnya :
- Tambang Andesit Disulap Jadi Agrowisata, Reklamasi Hijau di Kabupaten Semarang Jadi Contoh0
- Di Hari Bumi, Wagub Jateng Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan0
- Jangan Main-main, Gubernur Luthfi Ancam Tindak Tegas Pengusaha Tambang Nakal0
- Polres Jepara Evakuasi dan Cek Kesehatan Nelayan Korban Kapal Tenggelam0
- Komplotan Pelaku Curanmor Antar Kabupaten Diringkus Polisi0
Menurutnya, rumah yang layak merupakan fondasi penting
untuk membangun keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera. Namun, ia menekankan
bahwa kenyamanan tidak hanya lahir dari bangunan rumah, tetapi juga dari
lingkungan sosial yang saling peduli.
Karenanya, Taj Yasin mengajak masyarakat untuk terus
merawat semangat gotong royong. Ia menilai, ketika ada warga yang mengalami
kesulitan, masyarakat sekitar semestinya ikut hadir membantu.
“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung
bantu. Ini yang penting,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menyampaikan
terima kasih kepada Baznas Jateng yang terus membantu pemerintah dalam
penanganan kemiskinan, termasuk melalui program perbaikan RTLH.
Ia menjelaskan, kebutuhan rumah layak huni di Jawa
Tengah masih cukup besar. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya
mengandalkan APBD, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari
pemerintah kabupaten/kota, Baznas, CSR perusahaan, hingga masyarakat.
Taj Yasin juga mengapresiasi aparatur sipil negara
atau ASN muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang telah menyisihkan zakat penghasilan
melalui Baznas. Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk membantu
masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk perbaikan RTLH.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara
tersebut, pada awal 2025 backlog perumahan di Jawa Tengah tercatat 1.332.968
unit. Hingga akhir 2025, realisasi penanganan backlog mencapai 274.514 unit,
sehingga sisa backlog menjadi 1.058.454 unit.
Pada Triwulan I Tahun 2026, realisasi penanganan RTLH
mencapai 6.798 unit. Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga
Triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit, dan masih menyisakan backlog sebesar
1.051.656 unit.
Taj Yasin meminta dinas terkait, khususnya yang
menangani perumahan dan kawasan permukiman di kabupaten/kota, agar mengawal
pelaksanaan bantuan tersebut dengan baik. Ia berharap rehab rumah dapat
dilakukan dengan semangat gotong royong.
Salah seorang penerima bantuan perbaikan RTLH,
Rohmiyati menyampaikan terima kasih kepada
kepada Taj Yasin, Baznas, serta para muzakki (pemberi
zakat) yang telah menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Perempuan berusia 54 tahun asal Getasan, Kabupaten
Semarang itu,selama ini tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni. Di
tengah keterbatasan ekonomi, Rohmiyati juga harus merawat suaminya yang
menderita gagal ginjal. Sang suami harus menjalani cuci darah dua kali dalam
sepekan.
Pekerjaan Rohmiyati yang serabutan tak cukup untuk
menyisihkan biaya merenovasi rumah. Karena itu, bantuan rehab rumah RTLH dari
Baznas Jateng menjadi kabar yang sangat
disyukuri.
“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucap
Rohmiyati.
Bagi dia, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan
bangunan. Lebih dari itu, bantuan rehab RTLH menjadi harapan baru bagi
keluarganya untuk menjalani hidup dengan lebih layak. (eko/redaksi)











