- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Siswa SMP di Sragen Tewas Usai Duel dengan Teman Sekelas
Keterangan Gambar: Foto: Ilustrasi
Sragen, infojateng.id - Seorang pelajar berinisial WAP (14) meninggal dunia usai terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya di lingkungan SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Selasa (7/4/2026) pagi.
Insiden yang berujung maut itu kini ditangani intensif
oleh Polsek Sumberlawang Polres Sragen. Polisi telah melakukan olah tempat
kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang
bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.
Kapolres Sragen melalui Kapolsek Sumberlawang AKP
Sudarmaji membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus itu masih
dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut.
“Benar, telah terjadi peristiwa kekerasan yang
melibatkan anak di wilayah hukum Polsek Sumberlawang. Saat ini perkara masih
dalam penanganan lebih lanjut,” kata AKP Sudarmaji, Selasa (7/4/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu
terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat suasana sekolah tengah memasuki jam
pelajaran kosong. Pada saat itu, sejumlah siswa berada di luar kelas dan
berkumpul di sekitar area sekolah.
Di tengah situasi tersebut, terjadi adu mulut antara
korban WAP dan pelajar lain berinisial DTP (14) yang juga merupakan siswa kelas
VIII di sekolah yang sama.
Menurut keterangan awal yang diperoleh polisi dari
para saksi, percekcokan dipicu oleh saling ejek di antara keduanya. Ucapan yang
dilontarkan korban diduga memancing emosi pelaku, hingga situasi yang semula
berupa canda atau sindiran berubah menjadi ketegangan serius.
Perdebatan lisan itu kemudian meningkat menjadi
tantangan berkelahi. Keduanya lantas terlibat kontak fisik di area kamar mandi
sekolah yang berada di lingkungan SMPN 2 Sumberlawang, Dukuh Brontok, Desa
Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mendapati bahwa
dalam insiden tersebut sempat terjadi aksi saling pukul dan tendang antara
kedua siswa.
Terduga pelaku disebut sempat melayangkan tamparan ke
bagian kepala korban. Korban kemudian membalas dengan tendangan ke arah tubuh
lawannya.
Situasi yang sudah memanas itu berlanjut ketika pelaku
kembali memberikan tendangan keras yang diduga mengenai bagian ulu hati korban.
Usai terkena tendangan, korban dilaporkan langsung
terjatuh dan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Melihat kondisi korban yang mendadak lemas dan tidak
merespons, sejumlah siswa lain yang berada di sekitar lokasi langsung panik.
Mereka kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan
membawa korban ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Tak lama kemudian, pihak guru dan sekolah segera
mengambil langkah cepat dengan membawa korban ke fasilitas kesehatan Puskesmas
Sumberlawang, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban
tidak berhasil diselamatkan.
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah segera
melaporkan insiden itu ke Polsek Sumberlawang. Polisi menerima laporan sekitar
pukul 10.30 WIB dan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan
awal.
Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan
kepolisian, mulai dari menerima laporan resmi, mendatangi lokasi kejadian,
mengamankan tempat kejadian perkara, hingga melakukan koordinasi dengan tenaga
medis dan tim identifikasi.
Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Inafis
Polres Sragen untuk mendalami penyebab pasti kematian korban serta mengumpulkan
petunjuk-petunjuk di lokasi.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sragen untuk
menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kepentingan autopsi guna
memastikan sebab kematian secara medis dan ilmiah.
Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah meminta
keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Para saksi tersebut merupakan rekan-rekan sekolah
korban dan pelaku yang diduga melihat langsung awal hingga puncak peristiwa.
Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji menegaskan, bahwa
seluruh proses hukum akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku, sembari tetap
memperhatikan aspek perlindungan anak.
“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman
terhadap seluruh keterangan saksi maupun alat bukti yang ada. Proses penanganan
dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Sudarmaji.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami apakah
ada faktor lain yang turut memicu insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya
konflik sebelumnya di antara para siswa.
Dia menegaskan, peristiwa ini menjadi alarm serius
bagi dunia pendidikan, khususnya terkait pengawasan terhadap interaksi antar
siswa di lingkungan sekolah.
Insiden yang awalnya dipicu persoalan sepele dan
ejekan antarpelajar itu berujung pada hilangnya satu nyawa.
AKP Sidarmaji juga mengimbau agar seluruh elemen
sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua, meningkatkan
pengawasan dan pembinaan karakter anak, khususnya dalam hal pengendalian emosi,
penyelesaian konflik, serta pencegahan perundungan dan kekerasan fisik di
lingkungan pendidikan.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek
Sumberlawang Polres Sragen. (eko/redaksi)











