- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
SMP Negeri 1 Tayu Luncurkan Aplikasi PEPELING, Wadah Edukasi dan Pelaporan Bullying bagi Siswa

Keterangan Gambar : Sejumlah siswa SMP N 1 Tayu menunjukkan aplikasi PEPELING untuk cegah Bullying baru-baru ini.
Pati, infojateng.id — SMP Negeri 1 Tayu resmi meluncurkan aplikasi PEPELING (Pusat Edukasi dan Pelaporan Bullying) dalam sebuah kegiatan yang digelar di ruang indoor sekolah pada Rabu (6/9).
Peluncuran ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Baca Lainnya :
- Gandeng Sujiwo Tejo, Teater Lingkar Pentaskan “Rojo Tikus” di Demak 0
- Jateng - Aceh Teken Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp 1,06 M Demi Kolaborasi Antardaerah0
- PADI Jateng Bakal Dimasukkan dalam Kalender Event Pariwisata0
- Blora Didorong Jadi Percontohan Penanganan Kasus TBC0
- GenRe Blora Didorong Petakan Potensi Remaja dan Anak Putus Sekolah0
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mencegah dan menangani kasus bullying di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala SMP N 1 Tayu Sri Wahyuni menyampaikan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif, termasuk sebagai sarana perlindungan bagi siswa.
"Aplikasi PEPELING hadir sebagai inovasi digital yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan edukasi seputar bullying sekaligus melaporkan kejadian yang mereka alami atau saksikan secara mudah dan aman," katanya.
"Dengan sistem yang terintegrasi, laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara cepat oleh pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK)," tambah Sri Wahyuni.
Selain peluncuran aplikasi, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi penggunaan PEPELING. Para siswa diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Siswa juga diajak untuk berani bersuara dan tidak ragu melaporkan jika terjadi tindakan perundungan.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka активно mengikuti sesi sosialisasi dan mencoba langsung fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi. Dengan adanya PEPELING, diharapkan siswa merasa lebih terlindungi dan memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi.
Peluncuran aplikasi ini menjadi langkah nyata SMP Negeri 1 Tayu dalam mendukung terciptanya sekolah ramah anak. Ke depan, aplikasi PEPELING diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengembangkan sistem penanganan bullying berbasis teknologi.
Melalui inovasi ini, sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kesehatan mental dan kesejahteraan siswa secara menyeluruh.(pin/redaksi)











