- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Terungkap, Peserta Progam Magang Nasional Bekerja Tak Sesuai Latar Belakang Pendidikan

Keterangan Gambar : Menaker Yassierli saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Rabu (22/4/2026).
Medan, infojateng.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
Yassierli menemukan peserta progam Magang Nasional bekerja tidak sesuai latar
belakang pendidikannya.
Karena itu, Menaker menekankan pentingnya perusahaan
menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar belakang pendidikan
masing-masing.
Baca Lainnya :
- Gubernur Jateng Berbagi Ilmu Kepemimpinan kepada Para Walikota di Sumatera0
- Gubernur Luthfi Raih Penghargaan Program Pengelolaan Sampah dari Kemendes PDT0
- Cerita dan Senyum Bahagia Jemaah Haji 2024 Dari Padang Lawas Utara0
- Ratusan Mahasiswa Padati Bimbingan Akademik UT Purwokerto, Kehadiran Anggit Wp Curi Perhatian Pesert0
- PSI Bantah Isu Jokowi Ambil Alih NasDem dan Beli NasDem Tower: Hanya Gorengan Politik0
Hal itu dilakukan agar proses pembelajaran berjalan
lebih efektif dan mampu meningkatkan kompetensi peserta secara optimal.
Penegasan tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau
pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Rabu (22/4/2026).
Menurut Yassierli, masih terdapat peserta dengan latar
belakang sarjana yang belum memperoleh penugasan sesuai tingkat pendidikannya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu diperbaiki agar peserta dapat memperoleh
pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kompetensi yang dimiliki.
Sebagai contoh, Yassierli menemukan peserta magang
lulusan S1 yang ditempatkan pada tugas yang dinilai belum sepenuhnya
mencerminkan latar belakang pendidikannya. Menurutnya, peserta dengan jenjang
pendidikan sarjana seharusnya dapat diberikan tugas yang lebih sesuai dengan
kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.
“Kepada direktur rumah sakit, saya minta tolong
fasilitasi adik-adik belajar. Untuk lulusan S1, sebaiknya dapat diberikan tugas
yang lebih menggambarkan tingkat pendidikannya,” ujar Yassierli.
Selain kepada pihak rumah sakit, Yassierli juga
mengingatkan para peserta magang agar memanfaatkan kesempatan ini secara
maksimal sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kompetensi sebelum memasuki
dunia kerja.
Ia menegaskan, masa magang harus dijalani secara
serius, disiplin, dan bertanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat dalam
meningkatkan kemampuan dan kesiapan kerja peserta.
Pelaksanaan Magang Nasional 2025 di rumah sakit
tersebut diikuti 48 peserta dari batch 2 dan batch 3. Para peserta ditempatkan
di berbagai unit layanan, terdiri atas 27 perawat, 13 teknisi listrik dan AC,
serta 8 resepsionis. Sejumlah peserta juga dilaporkan telah mendapatkan tawaran
untuk bergabung sebagai pekerja dari pihak manajemen rumah sakit.
Yassierli berharap program magang dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja, serta kesiapan peserta dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (lut/redaksi)











