- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Jateng Berbagi Ilmu Kepemimpinan kepada Para Walikota di Sumatera

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara seminar nasional di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu (22/4/2026).
Aceh, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbagi ilmu kepemimpinan daerah dalam acara seminar nasional "Best Practice Kepemimpinan Daerah" di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan itu dalam rangka perayaan Hari
Jadi ke-821 Kota Banda Aceh dan pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah
(Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2026.
Dalam seminar itu, dihadiri oleh seluruh
walikota wilayah Sumatera bagian Utara, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara,
Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Selain itu juga diikuti oleh
masyarakat umum dan mahasiswa.
Baca Lainnya :
- Jateng Dikepung 162 Bencana Selama Januari–April 2026, Ini Upaya Pempov0
- Pemprov Jateng Bangun 20 Rumah Apung untuk Warga Terdampak Rob Pesisir Demak0
- Jateng Kejar Investasi Energi Hijau Demi Target Listrik Capai 13 Gigawatt0
- Kucurkan Rp 33,2 Miliar, Pemprov Jateng Dukung Program TMMD 2026 0
- Taj Yasin Lepas Kloter Pertama Haji 2026 Asal Jateng dari Embarkasi Solo0
Saat menjadi narasumber pada seminar itu,
Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi
Jawa Tengah selama ia memimpin. Di antaranya mengenai collaborative government
(pemerintahan kolaboratif). Dalam hal ini, ada kolaborasi gubernur dengan 35
bupati/walikota di Jawa Tengah dalam upaya pembangunan daerah.
Selain itu, upaya mengintegrasikan program
pemerintah pusat dengan program-program di tingkat provinsi dan masing-masing
kabupaten/kota.
"Jadi, kita membentuk super team
dalam membangun suatu daerah, tidak boleh ada ego sektoral. Satu daerah dengan
daerah lain tumbuh bersama," katanya saat menyampaikan paparan.
Kolaborasi antardaerah tersebut juga
terkait dalam hal menciptakan wilayah aglomerasi. Tidak hanya antarkepala
daerah saja tetapi juga dengan stakeholder lainnya. Sebagai contoh, pada tahun
2025 wilayah aglomerasi Soloraya yang meliputi 7 kabupaten/kota menggelar event
Soloraya Great Sale (SGS). Dalam satu bulan tercatat jumlah nilai transaksi
mencapai Rp10,7 triliun.
Luthfi juga menegaskan bahwa seorang
kelapa daerah, baik itu gubernur, bupati, maupun walikota, memiliki peran sebagai
manajer marketing. Artinya, kepala daerah harus menguasai potensi daerahnya
untuk kemudian ditawarkan kepada investor dalam negeri maupun luar negeri.
Praktik tersebut sudah dilakukan di Jawa
Tengah sehingga berhasil mencatatkan nilai realisasi investasi pada 2025
mencapai sekitar Rp88,5 triliun.
Dalam setiap kunjungan ke provinsi lain,
negara lain atau pertemuan dengan duta besar negara sahabat, Ahmad Luthfi
mengajak sejumlah bupati dan walikota, Kadin, Hipmi, dan lainnya. Tujuannya
untuk mempromosikan potensi daerah dan menjajaki peluang kerja sama atau
investasi.
Terkait investasi itu, Luthfi menjelaskan
bahwa penting untuk menetapkan lahan-lahan khusus untuk kawasan industri dan
kawasan ekonomi khusus. Tentu saja tanpa mengubah lahan sawah dilindungi (LSD)
yang juga menopang swasembada pangan.
Kolaborasi juga dilakukan dengan perguruan
tinggi di Jawa Tengah, tercatat sudah ada sekitar 111 perguruan tinggi yang
menjalin MoU (nota kesepahaman) dengan Pemprov Jateng. Kontribusi perguruan
tinggi sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Di samping itu, beberapa praktik baik di
Jawa Tengah yang dipaparkan Ahmad Luthfi juga meliputi sektor kesehatan dengan
program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dengan program
Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Praktik pengentasan kemiskinan yang
dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak. Meliputi program perbaikan Rumah
Tidak Layak Huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis untuk anak dari
keluarga miskin, bantuan modal usaha, dan lainnya.
Kemudian terkait penanganan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dengan memaksimalkan link and match serta kerja sama antar perusahaan dengan sekolah-sekolah vokasi, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), Politeknik, dan sebagainya. (eko/redaksi)











