- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Kucurkan Rp 33,2 Miliar, Pemprov Jateng Dukung Program TMMD 2026

Keterangan Gambar : Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno pada acara Pembukaan TMMD Reguler Ke-128 Dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (22/4/2026).
Sragen,
infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa
Tengah mengucurkan anggaran sebesar Rp33,2 miliar untuk mendukung Program TNI
Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 dan program Sengkuyung Tahap II
Tahun Anggaran 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah,
Sumarno menyatakan, program TMMD dinilai strategis dalam menyelesaikan
persoalan yang ada di desa. Program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat desa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Jumlah penduduk kita itu 80 % itu ada di desa.
Wilayah kita itu juga 80% itu ada di desa, sehingga pembangunan harus kita
mulai dari desa," kata Sumarno saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad
Luthfi pada acara Pembukaan TMMD Reguler Ke-128 Dan Sengkuyung Tahap II Tahun
2026 di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (22/4/2026).
Baca Lainnya :
- Edarkan Sabu Modus “Alamat Jatuh”, Pemuda Asal Jakarta Ditangkap Polisi0
- Rumpelsos Sultan Fatah Demak Layani Orang Terlantar Hingga ODGJ0
- Temanggung Perkuat Antisipasi Dampak Iklim terhadap Komoditas Kopi dan Cengkeh0
- Persebi Boyolali Lolos ke Putaran Liga 4 Nasional, Targetkan Naik Kasta Liga 30
- Dampingi Selvi Gibran Pada Puncak Peringatan Hari Kartini di Rembang, Ini Kata Nawal Yasin0
Ia memberikan
apresiasi kepada TNI yang telah konsisten berkolaborasi dengan pemerintah
daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyelesaikan problem di
desa.
Menurutnya, TMMD sangat strategis mengusung program
tersebut, karena TNI memiliki struktur sampai tingkat desa.
Sumarno mengatakan, TMMD maupun Sengkuyung merupakan
wujud nyata kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen
masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Program tersebut, lanjutnya, telah membantu pemerintah
dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.
"Melalui program ini, sasaran kegiatan fisik
difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar
masyarakat, guna meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil serta mendorong
pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Sementara itu, kegiatan nonfisik diarahkan pada
peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara serta penguatan ketahanan
wilayah, melalui bidang kesehatan, pendidikan, dan bela negara.
Sumarno meminta pemerintah Kabupaten/Kota hendaknya
terus berkoordinasi dengan Dansatgas TMMD di wilayah masing-masing. Gunanya
untuk mengoptimalkan berbagai program unggulan, antara lain: ketahanan pangan,
pertanian terpadu, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan air
bersih dan sanitasi, percepatan penurunan stunting, penguatan Posyandu,
penanaman pohon, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi tempat ibadah.
Sebagai informasi, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 dan
Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 berlangsung mulai tanggal 22 April sampai dengan
21 Mei 2026 secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Reg-128, Dindin Rohidin
mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam rangka
percepatan pembangunan, memberikan percepatan di bidang ekonomi, dan menanamkan
nilai-nilai juang, nilai wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air yang akan
disematkan melalui penyuluhan-penyuluhan.
“Sasaran fisik berupa cor jalan panjang 1.100 meter,
talud 150 meter, rehab RTLH sebanyak 10 unit, pembuatan jamban sehat 10 unit
dan sarana air bersih sumur bor 1 unit,” ujarnya.
Untuk nonfisik, Kodim fokus menguatkan Sumber Daya
Manusia Manusia (SDM) meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pencegahan
stunting, posyandu dan penyuluhan penyakit, peternakan dan perikanan,
pertanian, perkebunan, bina mental, dan
lainnya.
Dalam kesempatan itu, diserahkan bantuan kepada
masyarakat berupa bantuan perbaikan RTLH dari Pemprov dan Pemda Kabupaten
Sragen, bantuan paket sembako, pembuatan jamban, bantuan sosial keuangan, serta
sumur bor. (eko/redaksi)











