- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
199 Sekolah di Jepara Diusulkan Revitalisasi dari Kemendikdasmen

Keterangan Gambar : Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Halalbihalal keluarga besar Satkordikcam Tahunan yang digelar di Aula Gedung Satkordikcam Tahunan, Rabu (1/4/2026).
Jepara, infojateng.id - Sebanyak 199 sekolah di Kabupaten Jepara diusulkan disasar progam revitalisasi dari pemerintah pusat.
Saat ini, usulan dari Jepara itu sedang tahap verifikasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Hal itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Halalbihalal keluarga besar Satkordikcam Tahunan yang digelar di Aula Gedung Satkordikcam Tahunan, Rabu (1/4/2026).
Baca Lainnya :
- Kembang Diplot Jadi Percontohan Tepi Jalan Desa Ditanami Pohon Produktif0
- Perkuat Sistem Digitalisasi Perpajakan Terintegrasi Dukung UMKM Naik Kelas0
- Progres Sekolah Rakyat di Jepara Capai 26,75 Persen, Ditarget Rampung Juli0
- Bupati Jepara Siapkan Revitalisasi Sekolah dan Madrasah0
- Ahmad Luthfi Minta ASN Tak Kerja Administratif Saja, Tapi Jadi Problem Solver0
Bupati Witiarso Utomo menegaskan sektor pendidikan menjadi ujung tombak pembangunan daerah.
Oleh karena itu, Pemkab Jepara ingin menyiapkan anak didik menjadi generasi unggul, berkarakter, religius, dan siap menghadapi masa depan.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program.
Salah satunya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kota Ukir. Pemkab Jepara juga telah merealisasikan revitalisasi 103 satuan pendidikan pada tahun 2025, yang terdiri dari 6 PAUD, 58 SD, dan 39 SMP, dengan capaian 100 persen.
Sementara untuk tahun 2026, Bupati mengungkapkan telah mengajukan proposal bantuan untuk 199 sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat ini, proposal tersebut masih dalam tahap verifikasi.
“Mohon doa restunya agar seluruh pengajuan ini dapat lolos dan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan di Jepara,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Jepara juga menggulirkan progam unggulan, di antaranya Kartu Guru Sejahtera dan Kartu Sarjana Jepara.
Hingga saat ini, sebanyak 10.827 guru telah menerima manfaat dari program Kartu Guru Sejahtera, sementara 2.398 siswa dan mahasiswa mendapatkan beasiswa melalui Kartu Sarjana.
Untuk tahun 2026, program Kartu Sarjana Jepara akan terus berlanjut bagi penerima tahun 2025, serta ditambah penerima baru dengan dukungan dari Baznas.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi juga terus diperkuat guna mendukung keberlanjutan program tersebut.
"Program Kartu Guru Sejahtera juga akan diperluas dengan target penerima mencapai 18.364 orang," paparnya.
Sementara itu, Ketua Satkordikcam Tahunan, Puryono, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kehadiran orang nomor satu di Jepara tersebut.
Ia menuturkan bahwa kegiatan halal bihalal ini merupakan agenda rutin yang selama ini digelar, namun baru kali ini dihadiri langsung oleh bupati.
“Baru kali ini ada bupati yang mau datang ke halal bihalal. Ini luar biasa bagi kami,” ujar Puryono.
Dalam kesempatan itu, Puryono juga memaparkan kondisi tenaga pendidik di wilayahnya. Saat ini terdapat 399 tenaga pendidik dan penjaga SD, yang terdiri dari 124 PNS, 221 PPPK, dan 55 PPPK paruh waktu.
Selain itu, terdapat 39 SD, 27 TK, dan 45 PAUD yang seluruhnya telah merasakan manfaat program MBG.
Ia pun berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam upaya memajukan pendidikan di Kota Ukir.
"Ini juga berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyongsong Indonesia Emas 2045," tandasnya. (eko/redaksi)











