- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
30 Ribu Rumah di Jateng Akan Diperbaiki Melalui Program BSPS

Keterangan Gambar : Menteri PKP, Maruarar Sirait didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat peluncuran BSPS Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).
Brebes, infojateng.id – Pemerintah pusat mengalokasikan perbaikan sebanyak 30 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jawa Tengah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026.
“Tahun lalu di Jawa Tengah ada 7.532 unit, tahun ini
minimal 30.000 unit. Naiknya sekitar 23.000 unit,” kata Menteri Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat peluncuran BSPS Jawa Tengah 2026
di Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).
Dikatakan Maruarar, kenaikan target BSPS di Jawa
Tengah menjadi bagian dari percepatan program tiga juta rumah yang diarahkan
Presiden Prabowo Subianto. Sebab, tahun ini pemerintah juga memperluas
jangkauan BSPS secara nasional.
Baca Lainnya :
- Kolaborasi UGM-Pemkab Jepara Kembangkan Wisata dan Budaya Berbasis Teknologi0
- Kontingen Jepara Dikukuhkan, Targetkan Lima Besar Porprov Jateng 20260
- Job Fair Jepara 2026 Resmi Dibuka, Sediakan 2.145 Lowongan Kerja0
- Baznas Jepara Komitmen Optimalkan Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat0
- Ribuan Guru dan Tendik di Boyolali Ramaikan Fun Run Bareng Sekda Jateng0
Jika sebelumnya masih ada ratusan kabupaten/kota yang
belum mendapatkan program, tahun ini seluruh kabupaten/kota di Indonesia
memperoleh alokasi.
“Tahun lalu ada 222 kabupaten/kota yang tidak dapat.
Tahun ini semua kabupaten/kota di Indonesia, lebih dari 500 daerah, mendapatkan
program ini,” ujarnya.
Selain BSPS, Maruarar juga menyinggung program KUR
Perumahan yang diarahkan untuk memberdayakan masyarakat, termasuk pelaku usaha
kecil. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses pembiayaan dengan
bunga rendah untuk memperbaiki rumah maupun mendukung usaha.
Maruarar juga meminta agar pelaksanaan program bedah
rumah ikut menggerakkan ekonomi lokal. Material bangunan seperti bata dan
genteng diharapkan dibeli dari pelaku usaha di daerah.
“Barang-barang yang dibeli, seperti bata dan genteng,
usahakan dari Jawa Tengah supaya ekonomi rakyat bergerak,” ucapnya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
menyampaikan, terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat
penanganan RTLH di Jawa Tengah.
“Kami mengucapkan terima kasih, ada Pak Ara yang telah
memberikan bantuan terkait bedah rumah. Ini akan sangat membantu Jawa Tengah
dalam mengentaskan kemiskinan,” kata Luthfi.
Menurutnya, penanganan RTLH perlu terus diperkuat
karena masih banyak warga, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4, yang
membutuhkan hunian layak. Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,
penanganan RTLH bisa semakin cepat.
Selain program BSPS, penanganan RTLH di Jawa Tengah
juga didukung APBD Provinsi dengan target 5.000 unit pada 2026. Untuk Kabupaten
Brebes, target dari sumber APBD Provinsi sebanyak 249 unit.
Dukungan lain berasal dari CSR perusahaan dan Baznas.
Pada 2026, target penanganan RTLH dari sumber tersebut di Jawa Tengah sebanyak
1.550 unit, terdiri atas Baznas 750 unit, Djarum 500 unit, dan Bank Jateng 300
unit.
Dengan demikian, total target penanganan RTLH di Jawa
Tengah pada 2026 dari tiga sumber utama mencapai 36.550 unit. Rinciannya,
30.000 unit dari APBN melalui BSPS, 5.000 unit dari APBD Provinsi, serta 1.550
unit dari CSR dan Baznas.
Sementara untuk Kabupaten Brebes, total target
penanganan RTLH pada 2026 mencapai 514 unit, terdiri atas 215 unit dari
APBN/BSPS, 249 unit dari APBD Provinsi, dan 50 unit dari CSR/Baznas.
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, menyatakan
dukungannya terhadap program BSPS sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi
kebutuhan hunian layak masyarakat.
Danang mengatakan, kehadirannya dalam peluncuran BSPS
tersebut sekaligus untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Menurutnya,
kebutuhan bedah rumah masih besar sehingga program tersebut perlu terus
diperkuat.
“Ke depan, untuk 2027 dan selanjutnya, program bedah
rumah ini bisa ditingkatkan lagi sehingga semuanya bisa terjangkau. Program ini
juga bisa mendorong pemberdayaan UMKM, terutama toko bangunan di sekitar
penerima manfaat,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan Program BSPS, Nunung
mengaku, senang lantaran rumahnya yang rusak dapat segera diperbaiki berkat
bantuan tersebut.
“Alhamdulillah senang, rumah saya sudah bocor. Sudah
rencana renovasi tapi uangnya gak cukup. Jadi terima kasih atas bantuan ini,”
kata ibu dua anak ini.
Adapun kriteria penerima BSPS antara lain warga
berpenghasilan rendah, memiliki rumah tidak layak huni, belum pernah menerima
bantuan sejenis, serta memiliki legalitas tanah atau rumah yang jelas. (redaksi)











