- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Bikin Bangga, Kawasan Industri-KEK Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 5,37 Persen

Keterangan Gambar : Kepala BPS Jateng bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Rabu (11/2/2026).
Semarang, infojateng.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) terbukti menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,37 %, dengan kontribusi langsung KEK dan KI sebesar 1,87 % terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau setara Rp 9,29 triliun.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menyebutkan, kontribusi tersebut berasal dari KEK sebesar 0,98 % atau Rp 4,86 triliun, dan KI sebesar 0,89 % atau Rp 4,43 triliun. “Ini kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian. Itu baru dari kawasan yang sudah beroperasi. Ke depan, ketika seluruh kawasan beroperasi penuh, dampaknya akan semakin besar,” kata Ali usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Rabu (11/2/2026).
Baca Lainnya :
- Perkuat Sektor Pariwisata Jateng, Kiprah Pengusaha Hotel dan Restoran Digenjot0
- Tangani Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Kerahkan Pompa hingga Salurkan Logistik Ratusan Juta0
- Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal Dikebut, Pemprov Jateng Kaji Geologi Lahan Huntara0
- Pemprov Jateng Butuh Peran Aktif Mahasiswa Atasi Persoalan Kemasyarakatan0
- Warga Terdampak Tanah Bergerak Tegal Dipastikan Bisa Kembali Hidup Layak0
Tak hanya terhadap PDRB, KEK dan KI juga berperan signifikan pada sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Tengah. Pada 2025, industri pengolahan menyumbang 33,38 % terhadap struktur ekonomi daerah.rnrnDari angka tersebut, 3,70 % berasal dari KEK dan KI, dengan rincian 2,33 % (Rp 3,86 triliun) dari KEK dan 1,37 % (Rp 2,26 triliun) dari KI.
Data BPS mencatat, hingga triwulan IV 2025 terdapat 109 perusahaan di KEK Kendal dan 48 perusahaan di KEK Industropolis Batang yang berpartisipasi dalam pendataan. Sementara di kawasan industri, tercatat 47 perusahaan di KI Candi, 31 perusahaan di KI Terboyo Semarang, 24 perusahaan di KI Wijayakusuma, 17 perusahaan di BSB Industrial Park, 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung, 5 perusahaan di Batang Industrial Park, serta 3 perusahaan di kawasan lainnya seperti KI Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang.
Menurut Ali, BPS akan melakukan pendataan rutin setiap triwulan untuk memperkuat basis data PDRB Jawa Tengah sekaligus memastikan akurasi kontribusi kawasan-kawasan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, BPS juga meminta dukungan Pemprov Jateng untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada Mei-Juli mendatang.
Sensus tersebut akan memotret daya saing usaha, peta ekonomi wilayah, ekonomi hijau, serta perkembangan dan kontribusi UMKM, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mengakselerasi pengembangan KEK dan KI sebagai instrumen utama menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Ia bahkan mendorong bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan ekonomi dan industri baru di daerah masing-masing. Sejumlah daerah seperti Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, hingga Rembang, telah merespons dengan menyiapkan potensi kawasan baru.
“Potensinya besar dan masih banyak yang harus dikerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri memudahkan investasi masuk, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ahmad Luthfi.
Terkait Sensus Ekonomi 2026, ia memastikan Pemprov Jateng akan memberikan dukungan penuh dan mengoordinasikan pemerintah kabupaten/kota serta pelaku usaha agar terbuka dalam penyediaan data. “Nanti kami akan beri arahan kepada kabupaten/kota untuk mendukung penuh sensus ekonomi 2026,” tegasnya.
Dengan kontribusi yang terus menguat dan ekspansi kawasan yang berlanjut, KEK dan KI diproyeksikan menjadi pilar utama transformasi industri dan akselerator pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dalam beberapa tahun ke depan. (eko/redaksi)











