- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang

Keterangan Gambar : BPK2U Universitas Diponegoro Batang menggelar workshop bersama para petani milenial bertajuk "Teknologi Perbaikan Penampilan Kekerasan Kulit Kelengkeng".
Batang, infojateng.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengapresiasi kepedulian Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BPK2U) Universitas Diponegoro Batang menggelar workshop bersama para petani milenial bertajuk "Teknologi Perbaikan Penampilan Kekerasan Kulit Kelengkeng".
Sebagai wujud dukungan, maka para peneliti siap
memberikan solusi untuk memperbaiki tampilan kelengkeng hasil panenan petani
lokal Batang.
Peneliti dari BRIN Arief Arianto, mengapresiasi
potensi buah kelengkeng sebagai salah satu komoditas unggulan lokal Kabupaten
Batang yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan di pasar hortikultura
nasional.
Baca Lainnya :
- Boyolali Terima Penghargaan Terbaik I Jateng Energy Transition Award Tahun 20260
- Polisi Terima Tambahan Laporan Dugaan TPKS di Ponpes Ndolo Kusumo Pati0
- Cak Ulil Apresiasi Kinerja Polresta Pati dan Media Kawal Kasus TPKS0
- Jateng Segera Terapkan RTRW Target 87 Persen LBS untuk LP2B, Melanggar Kena Sanksi0
- Hingga Maret 2026, Damkar Rembang Tangani 129 Kejadian Kebakaran0
“Inovasi riset dan teknologi sangat diperlukan untuk
memperbaiki penampilan serta meningkatkan produktifitas buah kelengkeng.
Misalnya melalui penerapan teknik penanganan pascapanen dan budidaya yang
tepat, sehingga dihasilkan buah kelengkeng berkualitas,” kata Arief, saat
dihubungi melalui gawai, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pola tersebut tentu akan menghasilkan
tampilan cerah dan mengilap, rasa yang legit, serta memiliki daya simpan dan
masa kesegaran yang lebih lama.
“Dengan demikian, buah dapat didistribusikan ke
berbagai daerah dalam kondisi tetap baik,” jelasnya.
Ia menambahkan melalui pendekatan baru seperti
bioekonomi sirkular dapat mendukung pengelolaan kebun kelengkeng yang
berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sementara itu, perwakilan petani kelengkeng milenial,
Aditya Reza Kusuma membenarkan, meski rasanya manis dan ukuran buah cukup besar,
namun masih kalah bening warna kulitnya dengan kelengkeng kualitas impor. Hal
ini menjadi catatan para petani milenial, karena warna kulit kelengkeng Batang
cepat menghitam.
“Dan tentu kurang menarik ketika dipajang di
minimarket. Alhamdulillah kami didukung Undip, BRIN dan Indomaret, yang memberi
solusi mencelupkan kelengkeng usai dipanen, ke zat khusus yang aman bagi buah,
supaya tampilannya jadi bersih harganya pun lebih bersaing,” terangnya.
Saat ini terdapat delapan ribu pohon kelengkeng lokal Batang yang tersebar di beberapa titik. Di antaranya, dua ribu di Kuripan Subah, dua ribu di Timbang Subah, dua ribu di Tersono, dua ribu di Ngadirejo Reban. (eko/redaksi)











