- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Daycare Tripartit Berdikari Diresmikan, Fasilitas Pengasuh Anak Buruh di Jateng

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membagikan mainan kepada anak-anak di sela peresmian tempat penitipan dan pengasuhan anak Tripartit Berdikari di kawasan Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2026).
Kabupaten Semarang, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan tempat penitipan dan pengasuhan anak (Daycare) Tripartit Berdikari yang berada di kawasan Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2026).
Peresmian itu dilakukan bertepatan dengan Peringatan
Hari Buruh Internasional (Mau Day) 2026. Keberadaan Daycare Tripartit Berdikari
dimaksudkan untuk memfasilitasi para pekerja/buruh dalam memenuhi kebutuhan
pengasuhan anak secara aman, layak, dan terjangkau.
Di sela acara peresmian, Ahmad Luthfi sempat melihat
kondisi dan fasilitas daycare. Ia juga membagikan mainan kepada anak-anak yang
dititipkan di Daycare Tripartit Berdikari.
Baca Lainnya :
- PMI Batang Upayakan Kawasan Rob jadi Wisata Perikanan0
- Kunjungi Pameran TATAH, Wagub Jateng Dorong Seni Ukir Jepara Mendunia0
- Tokoh Fashion Nasional Soroti Kekuatan UMKM Jepara0
- Uji Konsekuensi Tetapkan Klasifikasi Informasi Publik Perangkat Daerah0
- Ikut Peringati May Day, Gubernur Luthfi Sebut Buruh Pahlawan Ekonomi0
Ia mengatakan, daycare tersebut merupakan fasilitas
yang diberikan untuk mendukung efektivitas kerja bagi pekerja atau buruh yang
memiliki anak. Sehingga para buruh dapat bekerja dengan lebih fokus, tanpa
terbebani kekhawatiran terkait pengasuhan anak selama jam kerja.
"Hari ini daycare dibangun dan diresmikan di
daerah Ungaran. Ada beberapa daerah yang sudah juga seperti di Batang dan
lainnya, agar tenaga kerja atau buruh kita maksimal, anak-anak bisa dititipkan
di sini untuk mendapatkan pola asuh dan asih," kata Luthfi usai peresmian
didampingi Sekda Jateng Sumarno dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Ia sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas
Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait,
untuk mengembangkan daycare di seluruh wilayah Jawa Tengah. Sebab, keberadaan
daycare dapat meringankan beban pekerja/buruh, khususnya dalam hal pengasuhan
anak.
Selain daycare, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa
Tengah berkolaborasi dengan seluruh perusahaan yang ada di Jawa Tengah untuk
menyediakan fasilitas penunjang bagi pekerja dan buruh.
Salah satunya adalah koperasi karyawan, yang
menyediakan segala kebutuhan pokok karyawan. Tujuannya untuk keterjangkauan
daya beli karyawan. Total di Jawa Tengah sudah ada sekitar 537 koperasi
karyawan yang tersebar di berbagai daerah.
"Barang yang dijual merupakan kebutuhan pokok
karyawan, harganya dari produsen langsung. Misal beras dan cabai langsung dari
petani, minyak goreng langsung dari Bulog," katanya.
Selain itu, juga ada insentif transportasi kepada
pekerja dan buruh yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Berikutnya adalah
insentif berupa perumahan bagi pekerja dan buruh berpenghasilan rendah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Tripartit
Serasi, Sakun Adi Wiratmoko mengatakan, sementara ini, Daycare Tripartit
Berdikari dapat menampung sekitar 15 anak dengan 1 guru PAUD, 1 guru
pendamping, dan 1 guru pendamping muda.
"Operasionalnya setiap hari Senin-Sabtu, pukul
06.30-17.00 WIB. Ke depan kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari
rekan-rekan pekerja atau buruh, karena tujuan daycare ini untuk membantu
persoalan waktu asuh dan pola asuh bagi anak-anak dari pekerja," kata Adi.
(eko/redaksi)











