- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Didukung Bunda Literasi, Perpusda Jateng Catat 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025
Keterangan Gambar: Bunda Literasi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dalam kunjungan di Perpusda Jateng, Jalan Sriwijaya Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).
Semarang, infojateng.id - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah mencatat, jumlah kunjungan Perpustakaan Daerah Jateng sepanjang 2025 mencapai 4.377.263 orang.
Tingginya kunjungan ini tidak lepas dari berbagai
inovasi layanan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Hal itu tak lepas dari dukungan penuh Bunda Literasi
Jateng, Nawal Arafah Yasin, yang mendorong agar Perpustakaan Daerah (Perpusda) terus
berinovasi, agar masyarakat makin tertarik untuk membaca.
Kepala Dinas Arpus Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati,
menjelaskan, dari total kunjungan, 4.255.124 orang datang langsung ke
perpustakaan, sementara 122.139 memanfaatkan layanan digital melalui platform
dan aplikasi iJateng.
Ia menyebut, pengunjung datang dari berbagai kalangan,
mulai pelajar, mahasiswa, peneliti, dosen, hingga masyarakat umum.
Hal itu disampaikan Rahmah usai mendampingi Bunda
Literasi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dalam kunjungan di Perpusda Jateng,
Jalan Sriwijaya Kota Semarang, Kamis (9/4/2026).
"Ini bisa dilihat di dalam perpustakaan penuh
semuanya, kursi-kursi penuh, baik dari mahasiswa, peneliti, bahkan masyarakat
umum juga kita dorong. Ini pun yang berkunjung langsung, untuk yang
memanfaatkan iJateng banyak juga," ungkap Rahmah.
Dia menambahkan, rata-rata kunjungan bulanan mencapai
200.000 hingga 400.000 orang, dengan puncak pada Juli (695.428 orang) dan
Agustus (568.886 orang). Secara keseluruhan, jumlah itu telah melampaui target,
yaitu 3.120.000 kunjungan sepanjang 2025.
Rahmah menuturkan, koleksi buku cetak di Perpustakaan
Jawa Tengah mencapai 178.413 judul dengan 348.481 eksemplar, mencakup berbagai
kategori.
"Kalau koleksinya banyak sekali, ada 178.000-an
(judul). Jenis yang paling digemari itu tergantung segmen. Kalau peneliti pasti
sesuai dengan yang diteliti, kalau anak-anak ada bahan-bahan yang mendongeng,
mewarnai, dan sebagainya," beber dia.
Selain buku cetak, pihaknya juga menyediakan buku
digital dan braille. Rinciannya, e-book iJateng sebanyak 22.215 judul (209.626
eksemplar), e-book tugu titik baca di ruang publik sebanyak 2.550 judul (2.550
eksemplar), serta buku braille untuk difabel sebanyak 982 judul (1.072
eksemplar).
Rahmah menekankan, tingginya kunjungan ini tidak
terlepas dari sejumlah inovasi. Pada 2024, Perpusda Jateng direvitalisasi
dengan memperluas gedung dari semula 3.000 meter persegi menjadi 4.175 meter
persegi.
Selain itu membangun jembatan penyeberangan orang
(JPO) ikonik, ruang audiovisual, serta memperbaiki interior gedung.
Pada 2025, inovasi dilanjutkan dengan menghadirkan
Aksara Kafe D’ Rooftop di Lantai 3. Kafe berkonsep warung angkringan ini
menyediakan berbagai koleksi bacaan untuk menarik minat generasi muda.
"Kafe Aksara itu salah satu inovasinya. Jadi
mereka di sini bisa ngopi dan berliterasi. Jadi diskusi di tempat umum sembari
ngopi, istilahnya, ngopi literasi," ungkap Rahmah.
Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur
Taj Yasin, selain inovasi fasilitas, berbagai kegiatan literasi juga terus
digalakkan.
“Hari ini, misalnya, digelar lomba resensi, bazar
buku, lomba baca puisi berantai tingkat SMA, lomba lukis tong sampah tingkat
umum, serta pameran buku,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah
Yasin, mendorong agar kegiatan semacam ini terus digalakkan untuk memperkuat
literasi.
Ia mengajak semua pihak, mulai pemerintah, perguruan
tinggi, sekolah, serta pegiat dan komunitas literasi, untuk aktif terlibat.
"Butuh dukungan dan kemitraan semuanya. Sehingga
pada hari ini rangkaian acara ini semoga menjadi salah satu pemicu untuk
pengembangan dan peningkatan literasi di Jawa Tengah ini," ungkap istri
Wakil Gubernur Jateng tersebut. (eko/redaksi)











