- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Luthfi Minta Kadin Keroyokan Tekan Kemiskinan Ekstrim di Jateng

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis (16/4/2026).
Semarang, infojateng.id - Gubernur
Jawa Tengah Ahmad Luthfi tancap gas menekan kemiskinan ekstrem. Ia secara tegas
meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ikut turun tangan, mengerahkan
kekuatan dunia usaha untuk mempercepat pengentasan secara menyeluruh, bukan
setengah-setengah.
Ajakan itu disampaikan Ahmad Luthfi
saat menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel
Patra Semarang, Kamis (16/4/2026). Ia menyoroti angka kemiskinan Jawa Tengah
yang saat ini berada di level 9,39 persen, dan menekankan perlunya kolaborasi
lintas sektor untuk menekannya.
Menurutnya, penanganan kemiskinan
tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Kebutuhan dasar masyarakat harus
dipenuhi secara bersamaan, mulai dari perumahan, pangan, kesehatan, hingga
pendidikan.
Baca Lainnya :
- Peternakan Sapi Perah Terbesar Kapasitas 30 Ribu Ekor Bakal Dibangun di Jateng 0
- Gubernur Luthfi Tekankan Kolaborasi DPRD dan Pemda untuk Percepat Pembangunan0
- Gubernur Jateng Kumpulkan 576 Camat, Bupati dan Wali Kota, Percepat Program Kecamatan Berdaya0
- Menata Ulang Jejak RA Kartini, Dari Surat Menjadi Taman Inspirasi0
- 130 Desa Rawan Bencana di Rembang Ikuti Penilaian Destana0
“Memerangi kemiskinan itu tidak
cukup sandang, pangan, papan saja. Ada kesehatan dan pendidikan. Semua harus
kita keroyok bersama,” tegasnya.
Ahmad Luthfi memaparkan, pemerintah
provinsi telah menjalankan berbagai program konkret. Di sektor perumahan,
sebanyak 17.000 rumah tidak layak huni (RTLH) telah diperbaiki sepanjang 2025.
Sementara
di bidang kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) digulirkan
untuk menjangkau masyarakat desa yang belum tersentuh layanan medis spesialis.
“Masih banyak warga desa yang belum
pernah bertemu dokter spesialis. Maka kita datangkan langsung ke desa,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ahmad Luthfi juga
mendorong Kadin mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem di seluruh
kabupaten/kota.
“CSR harus difokuskan membantu
warga miskin ekstrem. Kalau tidak kita keroyok bersama, kondisi akan stagnan,”
katanya.
Sementara Ketua Umum Kadin Jawa
Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyatakan, kesiapan pihaknya untuk bersinergi
dengan pemerintah. Ia menegaskan Kadin akan berperan sebagai mitra strategis
dalam mendorong berbagai program pengentasan kemiskinan.
“Kami siap mendukung dan membantu
program pemerintah provinsi, termasuk dalam upaya menekan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang diperkuat
antara pemerintah dan dunia usaha, pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa
Tengah diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (eko/redaksi)











