- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Haru Rohmiyati Dapat Bantuan RTLH dari Pemprov Jateng

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni Baznas Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di Semarang, Rabu (13/5/2026).
Semarang, infojateng.id – Rohmiyati, tak kuasa menahan haru saat menceritakan kondisi ekonomi keluarganya. Perempuan berusia 54 tahun asal Getasan, Kabupaten Semarang, itu, selama ini tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Rohmiyati juga harus
merawat suaminya yang menderita gagal ginjal. Sang suami harus menjalani cuci
darah dua kali dalam sepekan.
Pekerjaan Rohmiyati yang serabutan membuatnya
kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk menyisihkan biaya
merenovasi rumah, hal itu terasa jauh dari jangkauan.
Baca Lainnya :
- Semangat Gotong Royong Demi Wujudkan Rumah Layak di Jateng0
- Tambang Andesit Disulap Jadi Agrowisata, Reklamasi Hijau di Kabupaten Semarang Jadi Contoh0
- Di Hari Bumi, Wagub Jateng Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan0
- Jangan Main-main, Gubernur Luthfi Ancam Tindak Tegas Pengusaha Tambang Nakal0
- Polres Jepara Evakuasi dan Cek Kesehatan Nelayan Korban Kapal Tenggelam0
Syukurlah, ada bantuan rehab rumah tidak layak huni
atau RTLH dari Baznas Provinsi Jawa Tengah. Ini menjadi kabar yang sangat
membahagiakan Rohmiyati.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur
Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Baznas, serta para muzakki yang telah
menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali. Terima kasih
kepada Pak Wakil Gubernur, Baznas, dan para muzakki. Bantuan ini sangat berarti
bagi keluarga kami,” ungkap Rohmiyati, saat menghadiri Pembekalan dan
Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Baznas Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2026, di Semarang, Rabu (13/5/2026).
Bagi Rohmiyati, bantuan tersebut bukan sekadar
perbaikan bangunan. Lebih dari itu, bantuan rehab RTLH menjadi harapan baru
bagi keluarganya untuk menjalani hidup dengan lebih layak.
Kisah Rohmiyati menjadi salah satu gambaran masih
banyaknya warga Jawa Tengah yang membutuhkan bantuan rumah layak huni.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama
Baznas dan berbagai pihak lainnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang
hadir di acara itu, mengatakan, program rehab RTLH bukan hanya tentang
membangun fisik rumah, tetapi juga menghadirkan kembali harapan dan martabat
bagi masyarakat penerima manfaat.
“Rumah ini membangun bukan hanya fisik. Ini simbol
untuk merehab juga lingkungan di keluarga kita dan masyarakat kita,” kata Taj
Yasin.
Menurutnya, rumah yang layak merupakan fondasi penting
untuk membangun keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera. Namun, ia menekankan
bahwa kenyamanan tidak hanya lahir dari bangunan rumah, tetapi juga dari
lingkungan sosial yang saling peduli.
Taj Yasin mengajak masyarakat untuk terus merawat
semangat gotong royong. Ia menilai, ketika ada warga yang mengalami kesulitan,
masyarakat sekitar semestinya ikut hadir membantu.
“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung
sambat, bantu. Ini yang penting,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menyampaikan
terima kasih kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah yang terus membantu pemerintah
dalam penanganan kemiskinan, termasuk melalui program rehab RTLH.
Ia menjelaskan, kebutuhan rumah layak huni di Jawa
Tengah masih cukup besar. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya
mengandalkan APBD, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari
pemerintah kabupaten/kota, Baznas, CSR perusahaan, pengusaha, hingga
masyarakat.
“Bukan hanya APBD, CSR perusahaan-perusahaan, para
pengusaha, kita ajak bareng-bareng, termasuk Baznas,” katanya.
Taj Yasin juga mengapresiasi aparatur sipil negara
atau ASN muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang telah menyisihkan zakat
penghasilan melalui Baznas. Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk
membantu masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk rehab RTLH.
Pada program Rehab RTLH Baznas Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2026, Baznas Jateng menyalurkan bantuan kepada 111 penerima manfaat
dengan total nilai Rp2.143.020.000.
Bantuan tersebut terdiri atas 104 penerima RTLH Tahap
I Tahun 2026 dengan total nilai Rp2.015.600.000, serta tujuh penerima di luar
BNBA Disperakim Provinsi Jateng senilai Rp127.420.000. Tujuh penerima tersebut
meliputi enam penerima RTLH umum dan satu penerima jambanisasi umum.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam acara
tersebut, pada awal 2025 backlog perumahan di Jawa Tengah tercatat 1.332.968
unit. Hingga akhir 2025, realisasi penanganan backlog mencapai 274.514 unit,
sehingga sisa backlog menjadi 1.058.454 unit.
Pada Triwulan I Tahun 2026, realisasi penanganan RTLH
mencapai 6.798 unit. Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga
Triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit, dan masih menyisakan backlog sebesar
1.051.656 unit.
Dari sisa backlog tersebut, sebanyak 762.064 unit
merupakan backlog kelayakan rumah. Artinya, rumah sudah ada, tetapi kondisi
atap, dinding, atau lantainya belum memenuhi standar layak huni. Sementara itu,
296.390 unit lainnya merupakan backlog kepemilikan.
Ia meminta dinas terkait, khususnya yang menangani
perumahan dan kawasan permukiman di kabupaten/kota, agar mengawal pelaksanaan
bantuan tersebut dengan baik.
Wagub Taj Yasin berharap rehab rumah dapat dilakukan
dengan semangat gotong royong. (eko/redaksi)











