- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Pemudik Rasakan Hasil Geliat Pembangunan di Jawa Tengah

Kendal, infojateng.id – Sejumlah pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
Secara umum, para pemudik
mengapresiasi kondisi infrastruktur jalan yang dinilai makin baik dibanding
tahun-tahun sebelumnya, termasuk destinasi wisata yang tumbuh, hingga geliat
ekonomi lokal yang mulai terasa.
Kiki Rizki Fauzi (37), pemudik asal
Kabupaten Magelang yang hendak kembali ke Depok, merasakan betul perubahan di
daerahnya selama sepekan mudik. Ia menilai, kemajuan paling terlihat dari
sektor infrastruktur dan pariwisata.
Baca Lainnya :
- Kalangan Difabel Temui Wagub Jateng, Sampaikan Harapan Mulai Akses Kerja Hingga BPJS0
- 284 Posisi Perangkat Desa Kosong, Pemkab Batang Pacu Rekrutmen Sebelum Pilkades0
- Gubernur Jateng Masih Kaji Penerapan WFH Bagi ASN0
- Halalbihalal Pemprov Jateng, Ruang Silaturahmi Beragam Latar Belakang0
- Reuni Akbar IKA SMANSARA Hadirkan Aksi Nyata untuk Masyarakat0
“Sekarang sudah banyak kemajuan.
Jalan-jalannya lebih rapi, tempat rekreasi juga bertambah,” ujar Kiki saat
beristirahat di Rest Area KM 389 Tol Semarang-Batang, tepatnya di Weleri,
Kabupaten Kendal, Rabu (25/3/2026).
Selama di kampung halaman, ia sempat
mengunjungi wisata Ketep Pass untuk menikmati keindahan Gunung Merapi dan
Merbabu dari dekat.
Pengalaman serupa juga dirasakan Yuni
Susilowati (32), pemudik asal Pekalongan yang merantau di Bandung.
Dalam perjalanan mudiknya, ia
menyempatkan diri berkeliling ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, termasuk
Purworejo dan Purwodadi Groboban.
Menurutnya, kehadiran ruas tol baru
turut memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.
“Senang banget, jalannya enak, nggak
terlalu menegangkan. Infrastruktur sekarang terasa lebih baik,” katanya.
Tak hanya soal jalan, Yuni juga
menyoroti pelayanan di sejumlah titik persinggahan, termasuk rest area. Ia
mengaku terkesan dengan kebersihan fasilitas dan keramahan masyarakat.
“Rest area bersih, orang-orangnya juga
santun. Itu yang bikin nyaman selama perjalanan,” ujarnya yang menikmati
sejumlah fasilitas Posko Mudik di Rest Area saat hendak kembali ke
Bandung.
Cerita lain datang dari M. Hikari
Aslam (19), pemudik asal Pemalang. Ia mengakui, sebagai kota kecil, fasilitas
di daerahnya memang belum sebanding dengan kota besar. Namun, ia melihat adanya
perbaikan, terutama pada kondisi jalan.
“Sekarang lebih bagus dari tahun
kemarin, walaupun di daerah pinggiran masih perlu perbaikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti hadirnya ruang
publik baru berupa City Walk di Pemalang yang dinilai mampu menggerakkan
ekonomi lokal. Kawasan tersebut kini dipenuhi pelaku UMKM, kafe, dan menjadi
tempat favorit anak muda.
“Enak buat nongkrong, apalagi malam
hari. Pelayanannya juga nyaman,” katanya.
Sementara itu, Joko Taryono (50),
pemudik asal Kebumen, melihat pembangunan di Jawa Tengah dari sudut pandang
yang lebih luas.
Ia mengakui, kondisi infrastruktur
jalan terutama jalan provinsi cenderung baik, terlebih karena rutin diperbaiki
menjelang Lebaran.
Ia melihat sektor swasta justru cukup
aktif mendorong perkembangan, terutama di bidang pariwisata dan usaha
komersial. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai tempat wisata dan kuliner
baru.
Saat mudik, Joko memilih berwisata ke
Pantai Kembar di Kebumen, destinasi yang relatif belum ramai dibanding pantai
populer lainnya.
Baginya, pengalaman berwisata di
tempat yang tidak terlalu padat justru lebih nyaman.
“Pelayanannya ramah, tarifnya juga
masih wajar. Bahkan ada yang tiketnya seikhlasnya. Itu sangat membantu
pengunjung,” tutur pria yang hendak kembali ke Jakarta itu.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah,
Ahmad Luthfi mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu
prioritas pemerintah provinsi Jateng, karena berperan penting dalam mendukung
mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan ini kita bangun bukan sekadar
fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar
dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur
jalan juga menjadi bagian dari upaya membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi
baru di daerah.
Harapan itu bukan isapan jempol
belaka. Sebagai informasi, Jawa Tengah mencatatkan performa ekonomi gemilang
pada selama 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37 % (y-on-y) pada triwulan
IV-2025.
Capaian itu memosisikan provinsi ini di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 %. (eko/redaksi)











