- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Presiden Prabowo Puji Pengelolaan Sampah di Banyumas

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026).
Banyumas, infojateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Presiden menerima paparan
dari pengelola TPST BLE mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu
hingga hilir berbasis ekonomi sirkular.
Kepala UPTD TPST Banyumas, Edy Nugroho mengatakan,
sistem yang dikelola oleh lembaganya dilakukan dari hulu hingga hilir, sehingga
memiliki nilai ekonomi.
Baca Lainnya :
- Jateng Targetkan Seribu Desa Wisata dan Konten Kreator di 20270
- Kantor Gubernur Jateng Digeruduk Massa, Ada Apa?0
- Bea Cukai Kudus dan Diskominfo Jepara Ajak Warga Kedung Perangi Rokok Ilegal0
- Pemkab Cilacap Percepat Digitalisasi dan Penertiban Pajak untuk Genjot PAD 20260
- Pemkab Cilacap Soroti Tantangan dan Reformasi Birokrasi0
“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to
value, sampah jadi bernilai ekonomi,” ujar Edy.
Data yang disampaikan menunjukkan timbulan sampah
Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Dari jumlah itu, sebanyak 574,52 ton
atau 77,76 persen telah terkelola, sementara sekitar 164 ton per hari belum
masuk ke TPST.
Edy mengatakan, sampah dikelola mulai dari pemilahan
di tingkat rumah tangga hingga diproses di TPST BLE menjadi bahan bakar
alternatif seperti Refuse Derived Fuel (RDF).
Melihat sistem tersebut, Presiden Prabowo menegaskan
dukungan penuh pemerintah pusat.
“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh.
Pemerintah pusat akan mendorong serta menurunkan bantuan langsung agar sistem
ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan sampah kini menjadi prioritas
nasional yang harus segera dituntaskan.
“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga
tiga tahun ke depan harus bisa kita kendalikan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan ketertarikan Presiden
juga terlihat pada pengembangan RDF di Jawa Tengah yang terus diperluas.
“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13
kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten
sudah operasional,” kata Luthfi.
Menurutnya, model Banyumas menjadi contoh konkret
pengelolaan sampah terpadu dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir.
“Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kita kerjakan bersama,” ujar
Luthfi.
Pemprov Jateng kini juga mengebut pembangunan
fasilitas RDF di berbagai daerah dengan dukungan empat pabrik semen sebagai
penampung hasil olahan sampah.
“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini
jadi kekuatan kita,” jelasnya.
Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan
untuk wilayah dengan volume sampah besar seperti Semarang Raya, Pekalongan
Raya, dan Tegal Raya. Luthfi menegaskan, Jawa Tengah siap melampaui target
nasional pengelolaan sampah.
“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap
lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Presiden juga memberikan apresiasi
terhadap kinerja Jawa Tengah yang dinilai sudah berada di jalur yang tepat.
“Jawa Tengah dinilai sudah baik dan bisa jadi contoh bagi provinsi lain,” kata Luthfi. (eko/redaksi)











