- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Rekonstruksi Jembatan Kalibelo Dimulai, Ditarget Rampung November 2026

Keterangan Gambar : Pemkab Batang resmi memulai pekerjaan rekonstruksi Jembatan Kalibelo yang berada di jalur penghubung Limpung–Tersono–Bawang. Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang resmi memulai pekerjaan rekonstruksi Jembatan Kalibelo yang berada di jalur penghubung Limpung–Tersono–Bawang. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp8,4 miliar dan ditargetkan selesai pada 3 November 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)
Batang Endro Suryono mengatakan, kontrak pekerjaan rekonstruksi Jembatan Kalibelo
telah dilaksanakan dan pengerjaan dimulai sejak 8 Mei 2026.
“Alhamdulillah pada hari ini telah dilaksanakan
kontrak untuk paket pekerjaan rekonstruksi Jembatan Kalibelo. Insyaallah mulai
besok tanggal 8 Mei 2026 akan mulai dikerjakan,” kata Endro saat ditemui di
Kantor DPUPR Kabupaten Batang, Senin (11/5/2026).
Baca Lainnya :
- SMAN 2 Batang Terapkan Sekolah Ramah Lingkungan, Ini Alasannya0
- Sehari Dibuka, CJIBF 2026 Mencatatkan Potensi Investasi Rp 16 Triliun0
- Pelajar di Batang Diajak Manfaatkan Teknologi dengan Bijak dan Baik0
- Standar ASUH dan Syariat di Iduladha 2026 Dikawal Ketat0
- Jelang Iduladha, Dispaperta Batang Gelar Sosialisasi Standar Pemotongan Hewan Kurban0
Dijelaskan, tahapan awal pekerjaan dimulai dengan
pembangunan jembatan darurat agar akses masyarakat tetap dapat digunakan selama
proses konstruksi berlangsung. Yang pertama adalah jembatan daruratnya dulu,
nanti setelah jadi baru akan dikerjakan jembatan utama.
Menurut dia, rekonstruksi dilakukan untuk meningkatkan
kapasitas dan keamanan jembatan yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat
di wilayah selatan Kabupaten Batang.
Jembatan baru nantinya memiliki panjang sekitar 45
meter dengan lebar 9,6 meter. Ukuran tersebut lebih besar dibanding jembatan
lama yang hanya memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 5 meter.
“Dengan rekonstruksi ini, kapasitas jembatan akan
lebih besar dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan
pengguna jalan,” jelasnya.
Pihaknya memperkirakan proses pengerjaan membutuhkan
waktu selama 180 hari kalender. DPUPR Kabupaten Batang juga meminta dukungan
masyarakat agar pelaksanaan proyek berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kami mohon dukungan dari warga masyarakat Kabupaten
Batang supaya pekerjaan ini berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun,” tandasnya.
(eko/redaksi)











