- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jelang Iduladha, Dispaperta Batang Gelar Sosialisasi Standar Pemotongan Hewan Kurban

Keterangan Gambar : Sosialisasi pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun 2026 yang digelar Dispaperta Batang menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Aula Dispaperta setempat, Senin (11/5/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun 2026 di Aula Dispaperta setempat, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini diikuti para takmir masjid dan panitia
kurban dari sejumlah kecamatan, seperti Batang, Kandeman, Warungasem, dan
Wonotunggal.
Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Kabupaten Batang
M. Arief Edyanto mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan memastikan
pelaksanaan kurban berjalan sesuai kaidah syariat Islam sekaligus memenuhi
standar kesehatan masyarakat veteriner.
Baca Lainnya :
- Jepara Launching Pembayaran Pajak Hotel dan Kos via QRIS0
- Jateng Ingin Membangun Sinergi Menjaga Ketahanan Pangan Lewat Forum MPU0
- Jaga Daya Saing Investasi, Jawa Tengah Butuh Pembenahan Logistik Laut0
- Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah jadi Listrik Demi Percepat Solusi Krisis Sampah0
- Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Berbagai Proyek Investasi di CJIBF 20260
“Yang kami tekankan ada dua hal utama, yaitu kaidah
syar’i dan kaidah kesehatan masyarakat veteriner untuk menjamin hewan kurban
memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” jelas Arief.
Ia menjelaskan, hewan kurban harus dipastikan dalam
kondisi sehat, tidak cacat, serta memenuhi syarat umur sesuai ketentuan
syariat. Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk memilih hewan
jantan guna melindungi populasi ternak betina produktif.
“Kalau memungkinkan dan dananya cukup, kami sarankan
memilih hewan jantan. Kemudian hewan juga harus cukup umur, minimal poel satu
atau sekitar dua tahun,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan penyembelihan, Dispaperta juga
mendorong pemanfaatan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang telah mendapatkan
pelatihan maupun sertifikasi kompetensi.
Diungkapkan, saat ini Kabupaten Batang memiliki
sekitar 220 Juru Sembelih Halal (Juleha), dengan 10 orang di antaranya telah
bersertifikat nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami berharap, keberadaan Juleha ini dimanfaatkan
masyarakat agar prosedur penyembelihan memenuhi aturan syariat sekaligus
standar sanitasi dan higienitas,” harap Arief.
Selain aspek syariat, sosialisasi juga menyoroti
pentingnya penerapan kesejahteraan hewan (animal welfare) selama proses
penyembelihan. Hewan kurban diimbau diperlakukan dengan baik dan tidak dikasari
sebelum disembelih.
“Penyembelihan harus dilakukan secara ihsan, dengan
kasih sayang, tidak diperlakukan kasar, dan menggunakan teknik perobohan yang
aman agar hewan tidak stres,” pesannya.
Dispaperta juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan
hewan sebelum penyembelihan dan sesudah penyembelihan untuk mendeteksi
kemungkinan penyakit maupun kelainan organ.
Arief juga menyebutkan, pemeriksaan tersebut antara
lain untuk mengantisipasi penyakit cacing hati yang dapat membahayakan
kesehatan masyarakat apabila organ terinfeksi tetap dikonsumsi.
“Kalau ditemukan organ yang rusak atau terinfeksi,
maka harus dimusnahkan. Selain itu, panitia kurban juga diminta memperhatikan
pengelolaan limbah hasil penyembelihan agar tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.
Limbah seperti darah dan isi rumen dianjurkan dibuang
di lubang khusus, diberi kapur dan disinfektan, lalu ditutup kembali untuk
mencegah potensi penularan penyakit.
“Kami ingin seluruh proses kurban berjalan baik, aman,
sehat, dan tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun risiko penularan
penyakit,” pungkasnya. (eko/redaksi)











