Standar ASUH dan Syariat di Iduladha 2026 Dikawal Ketat

By Admin Utama
12 Mei 2026, 06:50:39 WIB Daerah
Standar ASUH dan Syariat di Iduladha 2026 Dikawal Ketat

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Batang M. Arief Edyanto saat ditemui di kantornya, Senin (11/5/2026).


Batang, infojateng.id – Demi memastikan ibadah Iduladha 2026 masyarakat berjalan sempurna, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang bergerak cepat memperketat pengawasan.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dispaperta ingin memastikan setiap hewan yang disembelih nantinya memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) sekaligus lolos kriteria syariat Islam.

Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Batang M. Arief Edyanto menegaskan, bahwa pengawasan ini adalah bentuk jaminan pemerintah kepada konsumen. Dari peternak hingga ke pelataran masjid, setiap prosesnya dipantau dengan saksama.

Baca Lainnya :

“Setiap tahun kami mengawal kegiatan persiapan maupun pelaksanaan kurban agar ternak yang dipotong memenuhi kriteria ASUH, mulai dari tingkat peternak sampai lokasi pemotongan di masjid dan musala,” kata Arief saat ditemui di kantornya, Senin (11/5/2026).

Arief membedah satu per satu makna di balik standar tersebut. Aman berarti hewan bebas dari bibit penyakit berbahaya. Sehat menjamin kondisi fisik dan kandungan gizi daging layak konsumsi. Sementara Utuh memastikan tidak ada praktik pemalsuan atau pencampuran daging.

“Terakhir, aspek Halal menjadi kunci yang tak boleh ditawar. Hal ini berkaitan erat dengan siapa yang memegang pisau di hari penyembelihan. Kehalalan produk hewan sangat ditentukan dari proses penyembelihannya,” jelasnya.

Karena itu, penyembelihan harus dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) yang memahami tata cara penyembelihan halal.

Bagi masyarakat yang hendak membeli hewan kurban, Dispaperta juga mengingatkan pentingnya pengecekan fisik. Sesuai syariat, hewan tidak boleh pincang, cacat, atau memiliki anggota tubuh yang tidak lengkap seperti ekor yang terpotong.

“Selain kesehatan fisik, ada satu anjuran penting: pilihlah hewan jantan. Kami mengimbau masyarakat mengutamakan ternak jantan untuk kurban. Walaupun mungkin ada pertimbangan harga atau ketersediaan, tapi itu lebih dianjurkan,” tegasnya.

Tak hanya menunggu di kantor, Dispaperta telah jemput bola dengan memberikan sosialisasi kepada para takmir masjid.

Sebanyak 35 pengurus masjid telah dibekali ilmu mengenai pemeriksaan kesehatan hewan (sebelum dan sesudah dipotong), teknik penanganan daging yang higienis, hingga urusan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Pengawasan di lapangan pun sudah mulai bergulir, menyasar titik-titik krusial seperti lapak penjualan di Kecamatan Tulis.

“Kami lakukan pengawasan di hulunya terlebih dahulu, yaitu di lapak pedagang. Ini langkah preventif supaya hewan yang dijual benar-benar sehat sebelum sampai ke masyarakat,” tandasnya.

Mengingat jumlah hewan kurban di Batang yang diprediksi mencapai kisaran 8.000 ekor seperti tahun lalu, kesiapan ini menjadi krusial agar warga Batang bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan mengonsumsi daging yang berkualitas. (eko/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment