- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong

Keterangan Gambar : Kades Muktiharjo H. suwarto saat memberi sambutan sebelum pentas ketoprak.
Pati, infojateng.id - Tradisi sedekah bumi masih terus
hidup dan dijaga masyarakat desa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus perekat
kebersamaan warga. Suasana itu terlihat dalam puncak rangkaian sedekah bumi RW
1 Dukuh Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati yang menghadirkan
pentas ketoprak di Lapangan BUMDes setempat, Sabtu (16/5/2026) malam.
Warga dari
berbagai usia memadati area pertunjukan. Anak-anak tampak berlarian di sekitar
lapangan, sementara para orang tua duduk menikmati suasana penuh keakraban.
Pentas ketoprak menjadi hiburan rakyat yang kembali menghidupkan nuansa budaya
khas pedesaan.
Kepala Desa
Muktiharjo, H. Suwarto, mengatakan sedekah bumi bukan hanya tradisi tahunan,
tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan masyarakat serta menjaga warisan
budaya para leluhur.
Baca Lainnya :
- COD di Facebook Jadi Jalan Polisi Bongkar Komplotan Curanmor Margorejo0
- Cegah Perundungan Digital Lewat Nobar Film Cyberbullying0
- Gus Miftah Soroti Fenomena “Pesantren Instan”, Minta Kemenag Audit Ketat Perizinan0
- Bulog Pati Mulai Salurkan SPHP Jagung, Peternak Ayam Petelur Dapat Harga Pakan Lebih Murah0
- “Rojo Tikus” Guncang Demak, Sujiwo Tejo dan Teater Lingkar Suguhkan Pakeliran Satir yang Menampar Ke0
“Alhamdulillah
masyarakat masih sangat antusias menjaga tradisi sedekah bumi. Ini bukan hanya
hiburan, tetapi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus nguri-uri budaya
peninggalan para sesepuh desa,” ujarnya dalam sambutan acara.
Menurut dia,
rangkaian sedekah bumi di Desa Muktiharjo telah dimulai sejak beberapa hari
sebelumnya. Kegiatan diawali dengan fun game sepak bola antarwarga, dilanjutkan
bancaan dan doa bersama, hingga santunan anak yatim.
“Yang luar
biasa, masyarakat tidak hanya memikirkan hiburan. Ada santunan anak yatim juga.
Semoga membawa berkah untuk seluruh warga Muktiharjo,” kata Suwarto.
Pada puncak
acara, warga disuguhi penampilan ketoprak Sura Wijoyo yang memiliki nilai
historis tersendiri bagi masyarakat setempat. Nama Surawi Joyo disebut mengingatkan
warga pada sosok sesepuh dan tokoh awal di Desa Muktiharjo.
Suwarto
menilai tradisi seperti sedekah bumi menjadi ruang penting untuk memperkuat
solidaritas sosial di tengah perubahan zaman yang semakin modern.
“Kalau
kegiatan seperti ini terus dijaga, masyarakat akan tetap guyub. Anak-anak muda
juga bisa mengenal budaya desa dan sejarah kampungnya sendiri,” tambahnya.
Selain
menjadi hiburan rakyat, sedekah bumi juga dinilai sebagai bentuk nyata gotong
royong masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui partisipasi
dan swadaya warga yang bersama-sama mendukung pelaksanaan acara hingga berjalan
meriah dan tertib. (one/redaksi)











